Umat Konghucu Bongkar Paksa Gembok Klenteng Kwan Sing Bio
- 24 Apr 2026 17:47 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Puluhan umat Konghucu membongkar paksa gembok pagar klenteng Kwan Sing Bio, usai para UMKM acara Kimsin Reunion Festival hendak mempersiapkan dagangannya dan mendapati gembok klenteng sudah dalam kondisi terkunci.
Ketua Umum TITD Klenteng Kwan Sing Bio, Tjong Ping mengaku menyesalkan atas tindakan tersebut. "Saya ini sangat menyesal ya, kita ini mau damai, mau rukun. Kita datangkan UMKM 300 yang mau mempersiapkan dagangan mereka, taunya malah dikunci," ujarnya.
Meski begitu, ia tak tahu pasti siapa yang mengembok pagar tersebut. Ia menduga aksi ini dipicu karena pihak pengelola tidak mengizinkan kegiatan tersebut digelar.
"Saya mohon bapak Presiden dan bapak Kapolri untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Karena TITD ini merupakan ikon Tuban, jangan sampai masalah ini terus berlanjut dan tidak selesai, konflik ini sudah 14 tahun berjalan loh," jelasnya.
Selain itu, dugaan aksi penolakan pihak pengelola juga dilakukan melalui pemberian informasi melalui akun Instagram dan spanduk yang bertuliskan tidak adanya agenda di TITD.
"Harusnya ada kurang lebih 50 ribu umat yang datang di acara ini, ternyata setelah tahu info itu, mereka tidak jadi hadir. Kemungkinan acara kali ini hanya dihadiri 10 ribu umat saja, karena mereka takut," tegasnya.
Tjong Ping juga menyayangkan keputusan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban yang tidak memberikan izin pelaksanaan salah satu serangkaian acara, yaitu Kirab Kimsin.
Hadir di tempat yang sama, Komisi II DPRD Tuban, Fahmi Fikroni mengaku jika kunjungan kali ini dalam rangka membantu penyelesaian konflik yang tak kunjung usai. Selain itu, juga menindaklanjuti agenda rapat DPRD tentang kegiatan Kimsin Reunion Festival yang akan digelar 1-3 Mei 2026.
Namun ia justru kecewa saat mengetahui pagar klenteng yang digembok. "Padahal kami ini resmi datang kesini karena diperintah oleh ketua kami untuk menindaklanjuti itu," ujarnya.
Terkait pembukaan gembok secara paksa, ia menegaskan jika hal itu sepenuhnya menjadi keputusan umat melalui hasil musyawarah. "Musyawarah umat itu keputusan tertinggi kalau di TITD, jadi ya kami menyerahkan sepenuhnya pada beliau-beliaunya," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....