Pedagang di Tuban Akui Masih Sulit Temukan Pasokan LPG di Tingkat Pengecer
- 15 Apr 2026 12:29 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Persoalan tentang kelangkaan gas LPG 3 Kilogram masih menjadi perhatian masyarakat, khususnya para pedagang kecil. Ayu, salah satu penjual nasi cokot mengaku masih sempat kesulitan mencari pasokan gas LPG bersubsidi. Keterbatasan waktu membuatnya tak bisa mengantre di pangkalan maupun agen, dan lebih memilih membeli di pengecer meskipun harga yang selisih dari aturan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Namun ia mengaku tidak keberatan dengan selisih harga tersebut, asalkan stoknya selalu tersedia. "Untuk harganya kisaran Rp22 ribu - Rp23 ribu, pernah beli di sosial media harganya sampai Rp30 ribu, sebenarnya sih tidak masalah asal stoknya selalu ada. Saya nyari LPG kemana-mana sampai ke kecamatan Palang juga," ujarnya, Rabu 15 April 2026.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban terus berupaya mengurai permasalahan kelangkaan serta lonjakan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram yang terjadi di wilayahnya. Meski penyebab utama belum secara spesifik ditemukan, langkah strategis mulai diambil guna menstabilkan kondisi pasar.
Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, menyatakan bahwa saat ini pemerintah daerah sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap rantai pasokan energi tersebut. Fokus utama Pemkab adalah menemukan titik di mana aliran distribusi kepada masyarakat terputus.
"Simpul-simpul distribusi sudah kami evaluasi dan lakukan mapping (pemetaan). Kami akan memantau langsung dari hulu hingga hilir untuk melihat di mana letak kendalanya agar konsumsi masyarakat tidak terganggu," ujar Wabup. Sabtu, 11 April 2026 lalu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....