SIG Tuban Perkuat Pascapanen, Dukung Kedaulatan Pangan Nasional

  • 01 Mei 2026 18:26 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban berkomitmen mengoptimalkan nilai ekonomi hasil panen petani hutan melalui penguatan infrastruktur pascapanen. Hal ini ditegaskan sebagai langkah nyata perusahaan dalam mendukung kedaulatan pangan nasional berbasis pemberdayaan masyarakat sekitar operasional pabrik.

‎‎Public Relation and Corporate Social Responsibility Management Officer SIG Pabrik Tuban, Luksono, mengatakan bahwa fokus perusahaan saat ini adalah memastikan petani tidak hanya mampu memanen, tetapi juga mampu menjaga kualitas hasil produksinya agar memiliki harga jual yang tinggi di pasar.

‎‎"Target utama kami adalah transformasi nilai jual. Dengan bantuan fasilitas gudang dan tempat pengeringan ini, kami berharap komoditas jagung milik petani dapat dijual dalam kondisi kering sempurna, sehingga margin keuntungan yang didapat para petani bisa jauh lebih signifikan," ujar Luksono, Kamis 30 April 2026.

‎‎Sebagai bagian dari paket bantuan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Wonolestari di Desa Tegalrejo, SIG menyalurkan 100 sak semen untuk pembangunan fasilitas fisik tersebut. Tidak berhenti di situ, perusahaan juga melakukan intervensi pada jalur distribusi dengan memperbaiki Jalan Usaha Tani (JUT) menggunakan material semen rijek.

‎Menurut Luksono, kelancaran akses transportasi di wilayah perhutanan sosial merupakan variabel kunci dalam menekan biaya operasional. "Infrastruktur jalan yang mumpuni akan secara otomatis memangkas ongkos angkut hasil bumi, sehingga efisiensi usaha tani dapat benar-benar dirasakan oleh ratusan petani penggarap," tambahnya.

‎‎Menilik keberlanjutan program dari tahun sebelumnya, SIG juga telah mengoperasikan sumur bor bor guna mengubah pola tanam dari sistem tadah hujan menjadi sistem irigasi teknis. Langkah ini diharapkan mampu mendorong para petani untuk berinovasi pada jenis tanaman.

‎"Ketersediaan air yang stabil memungkinkan diversifikasi ke tanaman hortikultura atau buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi daripada tanaman pangan konvensional. Selain itu, aspek agroforestri akan tetap terjaga karena pasokan air untuk vegetasi hutan selalu tersedia," katanya.

‎‎Menanggapi kontribusi tersebut, Ketua KTH Wonolestari, Sudarlim, memberikan apresiasi tinggi terhadap visi keberlanjutan yang diusung oleh SIG. Ia menekankan bahwa bantuan ini bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan juga menjaga keseimbangan alam.

‎‎"Kami memiliki misi besar yaitu masyarakat sejahtera, hutan tetap terjaga. Dukungan ini merupakan stimulan penting bagi kami untuk membuktikan bahwa pemanfaatan hutan sosial bisa dilakukan secara produktif tanpa merusak ekosistem. Kolaborasi multipihak seperti inilah yang sebenarnya dibutuhkan oleh para petani hutan saat ini," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....