Festival Kupatan Lamongan, Tradisi Terjaga, Wisata Ekonomi Menggeliat
- 28 Mar 2026 16:35 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali menggelar Festival Kupatan 2026 sebagai bagian dari rangkaian perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi upaya konkret dalam melestarikan tradisi sekaligus mendorong sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Festival diawali dengan kegiatan sakral kenduri kupat yang berlangsung di Menara Rukyat Lamongan. Prosesi ini menjadi simbol rasa syukur setelah menjalankan ibadah Ramadan, sekaligus dimaknai sebagai momentum “melebur” dosa.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut di lokasi utama Festival Kupatan di Lapangan Desa Tunggul, yang dipadati masyarakat dari berbagai wilayah. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa tradisi kupatan mengandung nilai luhur yang masih relevan hingga saat ini, terutama dalam memperkuat hubungan sosial.
“Tradisi kupatan ini telah ada sejak masa para wali dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Ini bukan sekadar perayaan, tetapi mengandung makna spiritual dan sosial,” ujarnya, Sabtu 28 Maret 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Lamongan, Siti Rubikah, menjelaskan bahwa tradisi kupatan merupakan warisan budaya yang telah mengakar kuat, khususnya di kawasan pesisir Paciran.
Menurutnya, kupatan tidak hanya menjadi simbol perayaan pascaIdulfitri, tetapi juga mengandung filosofi rasa syukur dan mempererat silaturahmi antarwarga. “Festival ini menjadi pesta rakyat sekaligus penguatan identitas budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Di tengah modernisasi, kegiatan ini penting untuk menjaga eksistensi tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas,” ucapnya.
Berbagai kegiatan turut memeriahkan festival, di antaranya lomba cipta menu kupat, lomba perahu hias, prosesi rebutan gunungan ketupat, hingga pembagian ribuan porsi kupat gratis kepada masyarakat. Penyelenggaraan Festival Kupatan ini juga memiliki sejumlah tujuan strategis, mulai dari melestarikan tradisi, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam merawat warisan budaya, hingga menarik minat wisatawan.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata, menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal, serta memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....