Pemkab Bojonegoro Pantau Harga Gabah di Tingkat Petani
- 14 Mar 2026 19:11 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Pemantauan harga gabah di tingkat petani terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, guna memastikan hasil panen terserap dengan harga yang wajar. Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro bersama Perum Bulog dan jajaran Kodim 0813 melakukan inspeksi mendadak di sejumlah lokasi panen.
Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, menjelaskan bahwa dari hasil pemantauan di Desa Napis dan Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, harga gabah yang diterima petani masih berada pada kondisi relatif stabil. Gabah hasil panen dengan sistem lepas mesin combine tercatat dihargai sekitar Rp6.300 per kilogram.
Apabila dihitung dengan biaya operasional sewa mesin panen sekitar Rp500 per kilogram, maka nilai bersih yang diterima petani dapat mencapai kurang lebih Rp6.800 per kilogram. Selain memastikan harga tetap stabil, kegiatan sidak tersebut juga bertujuan mencegah potensi permainan harga oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Kami menilai pengawasan di lapangan ini perlu dilakukan secara langsung agar petani memperoleh keuntungan yang layak dari hasil panennya," ujarnya, Sabtu 14 Maret 2026.
Menurut Zaenal, minat petani di wilayah Tambakrejo dalam mengelola hasil panen masih cukup tinggi. Tidak sedikit petani yang memilih menyimpan gabah secara mandiri sebagai cadangan konsumsi keluarga, meskipun sebagian lainnya tetap menjual hasil panen ke pasar.
Sementara itu, Bulog menyediakan dua pola penyerapan gabah petani. Pertama melalui layanan penjemputan langsung ke lokasi panen, dan kedua melalui skema komersial dengan harga Rp7.000 per kilogram bagi petani yang mengantarkan gabahnya langsung ke gudang Bulog.
Berdasarkan data DKPP, harga gabah di sebagian besar wilayah Bojonegoro juga menunjukkan kecenderungan stabil. Dari total 28 kecamatan, rata-rata harga berada pada kisaran Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram. Harga tertinggi sekitar Rp6.800 tercatat di beberapa kecamatan seperti Kanor, Sumberrejo, Kedewan, Gayam, Purwosari, Ngasem, Bojonegoro, Ngambon, dan Kasiman.
Adapun wilayah yang mencatat harga berkisar antara Rp6.600 hingga Rp6.700 per kilogram meliputi Kecamatan Dander, Baureno, Trucuk, Kedungadem, Padangan, Malo, Sukosewu, Ngraho, Margomulyo, Kepohbaru, Balen, Temayang, Bubulan, serta Kalitidu.
Sementara di Kecamatan Sekar, sebagian besar petani lebih memilih memanfaatkan hasil panennya untuk kebutuhan konsumsi sendiri. Zaenal menambahkan, aparat TNI dari Kodim 0813 melalui para Babinsa juga dilibatkan dalam proses pendampingan petani.
"Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu memastikan proses penjualan gabah ke Bulog berjalan lancar sekaligus mencegah praktik tengkulak yang berpotensi merugikan petani," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....