Waspada Potensi Cuaca Ekstrem hingga 20 Maret

  • 14 Mar 2026 19:00 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Tuban - Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Tuban, M. Nur, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Tuban, yang dirilis pada periode 11 hingga 20 Maret 2026.

Dalam keterangan resminya, M. Nur menjelaskan bahwa saat ini sebagian wilayah Jawa Timur mulai memasuki masa peralihan musim (pancaroba) dari musim hujan menuju musim kemarau.

Pada periode tersebut, kondisi atmosfer cenderung tidak stabil sehingga berpotensi memicu peningkatan cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

“Diprakirakan dalam sekitar enam hari ke depan akan terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat,” ujarnya, Sabtu 14 Maret 2026.

Ia menjelaskan, potensi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer. Di antaranya adalah adanya gangguan atmosfer berupa Madden–Julian Oscillation (MJO) secara spasial serta gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Selain itu, suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur masih cukup hangat sehingga turut mendukung pembentukan awan konvektif.

Kondisi tersebut diperkuat dengan atmosfer lokal yang labil sehingga berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, hingga hujan es di beberapa wilayah Jawa Timur.

“Masyarakat dan instansi terkait diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya perubahan cuaca secara mendadak, terutama selama sepuluh hari ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, wilayah dengan kondisi topografi curam, perbukitan, atau tebing diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang dapat terjadi, seperti banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang akibat hujan lebat.

Ia juga mengimbau, masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca terbaru melalui saluran resmi BMKG guna mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....