BPBD Bojonegoro Lakukan Mitigasi Waspada Kekeringan Ekstrem
- 11 Apr 2026 13:00 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Bojonegoro - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mulai lakukan pemetaan, untuk mewaspadai terjadinya cuaca ekstrem seperti kekeringan. Langkah preventif ini diambil sebagai respons atas prediksi dari Stasiun BMKG Tuban yang menunjukkan bahwa wilayah Bojonegoro akan memasuki awal musim kemarau secara bertahap mulai pertengahan April hingga Mei mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengungkapkan bahwa prioritas saat ini adalah melakukan pendataan mendalam serta penguatan kolaborasi antarinstansi. Upaya ini merupakan realisasi dari hasil koordinasi strategis bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait penanggulangan bencana kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar pada Selasa, 7 April 2026 lalu.
"Pekan ini, fokus utama kami adalah melakukan mitigasi serta pemetaan komprehensif terhadap titik-titik yang memiliki potensi kerawanan kekeringan tinggi," ucap Heru, Sabtu 11 April 2026.
Berdasarkan analisis klimatologi, kedatangan musim kemarau di Bojonegoro terbagi dalam tiga gelombang waktu. Fase pertama diprediksi terjadi pada pertengahan April (11-20 April) yang mencakup wilayah timur seperti Balen, Baureno, Kanor, dan Kepohbaru.
Selanjutnya, pada akhir April (21-30 April), kekeringan mulai merambah ke wilayah pusat kota, Dander, Gayam, hingga ujung barat di Margomulyo. Terakhir, pada awal Mei (1-10 Mei), wilayah selatan seperti Bubulan dan Sekar diprediksi menyusul masuk dalam periode kering.
Adapun puncak dari musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi pada bulan Agustus hingga September. Sejumlah Kecamatan seperti Ngraho, Tambakrejo, Ngambon, Bubulan, dan Sekar kini telah masuk dalam radar pengawasan ketat sebagai kawasan dengan status krisis air.
"Kami mengajak agar masyarakat mulai menerapkan gaya hidup hemat air dan memanfaatkan sisa curah hujan sebagai cadangan pasokan. Selain itu, warga juga dilarang melakukan aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan, untuk mencegah terjadinya kebakaran yang sulit dikendalikan," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....