Banjir Berlumut, Warga Glagah Pasang Jaring di Jalan Desa

  • 10 Mar 2026 11:12 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, hingga kini belum juga menunjukkan tanda-tanda surut. Warga yang terdampak harus menghadapi berbagai risiko, termasuk melintasi jalan desa yang licin akibat genangan air yang berkepanjangan.

Pantauan di Dusun Gendol, Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah, Selasa, 10 Maret 2026 menunjukkan kondisi infrastruktur desa yang memprihatinkan. Jalan beton yang selama berbulan-bulan terendam air kini dipenuhi lumut tebal, sehingga permukaannya menjadi sangat licin dan membahayakan pengguna jalan.

Untuk mengurangi risiko kecelakaan, warga setempat berinisiatif memasang jaring plastik atau waring di sepanjang permukaan jalan yang tergenang. Upaya swadaya tersebut dilakukan agar ban kendaraan maupun pijakan kaki warga memiliki daya cengkeram saat melintas.

Salah seorang warga terdampak, Sutono, mengatakan pemasangan jaring dilakukan secara gotong royong oleh warga karena kondisi jalan semakin berbahaya. "Kondisi jalan sudah sangat licin karena terlalu lama terendam. Kami pasang jaring ini secara mandiri supaya warga yang lewat, terutama yang membawa barang atau anak-anak, tidak terpeleset,” ujarnya.

Tidak hanya menghadapi risiko di jalan, warga juga harus berjuang menguras air yang merembes masuk ke rumah menggunakan pompa pribadi. Genangan yang tak kunjung surut turut melumpuhkan aktivitas ekonomi warga.

Selama empat bulan terakhir, sektor pertanian dan tambak yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat tidak dapat berproduksi. Sawah dan tambak terendam air, menyebabkan banyak warga gagal panen.

“Susah semua. Bulan puasa banjir, sekarang sudah menjelang Lebaran juga masih banjir. Panen gagal karena tambak dan sawah terendam. Harapannya semoga banjir cepat surut,” kata Sutono.

Menjelang Idulfitri, warga hanya bisa berharap banjir segera surut agar aktivitas kembali normal. Mereka juga berharap adanya solusi jangka panjang dari pemerintah untuk mengatasi banjir tahunan yang kerap melanda kawasan Bengawan Jero tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....