Hilal di Lamongan Tidak Terlihat, Awal Ramadan Tunggu Sidang Isbat
- 17 Feb 2026 21:22 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Hasil pemantauan hilal di Markaz Rukyat Tanjung Kodok, Kabupaten Lamongan, pada sore hari ini, Selasa, 17 Februari 2026 belum membuahkan hasil. Ratusan perukyat yang terlibat dalam proses rukyatul hilal menyatakan tidak melihat kemunculan hilal.
Ketua Badan Hisab dan Rukyat Lamongan, Khoirul Anam menjelaskan bahwa sekitar 300 hingga 400 perukyat turut serta dalam pemantauan tersebut. Namun, hingga batas waktu pengamatan berakhir, tidak ada satu pun laporan yang menyatakan hilal terlihat.
Menurutnya, secara astronomis posisi hilal di Tanjung Kodok memang berada pada ketinggian minus satu derajat, sehingga mustahil untuk dapat disaksikan. “Secara hisab, ketinggian hilal di Tanjung Kodok minus satu derajat. Artinya secara astronomis tidak mungkin terlihat. Dalam istilah ilmu falak, kondisi ini disebut ‘rukyat yang mustahil’ atau istihalaturrukyat,” ujarnya.
Meski demikian, proses rukyat tetap dilaksanakan sebagai bagian dari perintah agama sekaligus ketentuan negara. Ia menegaskan, pelaksanaan rukyat merupakan bentuk ikhtiar dan kepatuhan terhadap mekanisme penentuan awal bulan Hijriah yang berlaku di Indonesia.
Pengamatan hilal di kawasan wisata bahari itu melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pemerintah Kabupaten Lamongan, Badan Hisab Rukyat, PCNU Lamongan, PCNU Babat, PD Muhammadiyah Lamongan, LDII, kalangan akademisi, pelajar, serta pegiat falak dari Studi Hisab Rukyat.
Hasil rukyat dari Lamongan selanjutnya akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar pemerintah pusat melalui Kementerian Agama RI untuk menetapkan awal bulan Ramadan secara resmi. Dengan tidak terlihatnya hilal di sejumlah titik pemantauan, masyarakat diimbau menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan awal Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....