Program Gentengisasi Bangkitkan Harapan Pengrajin Genteng Lamongan
- 16 Feb 2026 12:38 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Program “Gentengisasi” yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai membawa angin segar bagi pelaku ekonomi kerakyatan. Kebijakan yang menekankan penggunaan produk lokal dalam proyek pembangunan nasional itu disambut positif para pengrajin genteng tanah liat di Kabupaten Lamongan.
Sentra kerajinan genteng di Desa Kawistolegi, Kecamatan Karanggeneng, yang sebelumnya mengalami penurunan produksi, kini kembali menggeliat. Para pengrajin menilai program tersebut bukan sekadar kebijakan pembangunan, tetapi juga bentuk keberpihakan terhadap usaha kecil di daerah.
Dalam beberapa tahun terakhir, pengrajin genteng tanah liat di Lamongan menghadapi tekanan akibat persaingan produk pabrikan seperti genteng metal dan asbes. Produk tersebut dinilai lebih praktis dan memiliki harga yang kompetitif sehingga menguasai pasar hingga ke wilayah pedesaan.
Kondisi itu berdampak pada menurunnya jumlah pengrajin. Di Desa Kawistolegi, jumlah pelaku usaha genteng menyusut signifikan dan hanya menyisakan puluhan orang yang bertahan di tengah stok produksi yang menumpuk. Salah seorang pengrajin, Suraji, mengatakan program Gentengisasi menghadirkan harapan baru bagi keberlangsungan usaha mereka.
“Semangat kami muncul kembali setelah ada program ini. Selama ini stok menumpuk dan sulit bersaing dengan produk pabrikan,” ujarnya, Senin 16 Februari 2026.
Menurut Suraji, genteng tanah liat produksi lokal memiliki keunggulan, terutama dalam menyerap panas sehingga menjaga suhu ruangan tetap sejuk. “Genteng tanah liat asli Lamongan mampu meredam panas lebih baik. Kami berharap pemerintah konsisten agar industri rumahan kembali menjadi penopang ekonomi warga,” katanya.
Selain berdampak pada ekonomi, program Gentengisasi dinilai turut menjaga kearifan lokal. Produksi genteng tanah liat merupakan usaha turun-temurun yang menyerap tenaga kerja setempat dan menjadi sumber penghidupan masyarakat desa.
Para pengrajin berharap implementasi kebijakan tersebut dapat berjalan berkelanjutan serta diterapkan pada berbagai proyek infrastruktur pemerintah, baik pusat maupun daerah. Mereka optimistis, dengan dukungan yang konsisten, industri genteng tradisional dapat kembali menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan di Lamongan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....