Tim Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Bengawan Solo

  • 05 Feb 2026 13:41 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Upaya pencarian anak yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Lamongan, akhirnya membuahkan hasil. Pada hari kedua pencarian, tim gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban ditemukan pada Rabu petang, 4 Februari 2026, sekitar pukul 17.20 WIB.

“Tim gabungan dari Polres Lamongan bersama instansi terkait telah menemukan korban atas nama Ananda MN, usia 13 tahun, yang sebelumnya dilaporkan hilang. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.

Korban diketahui tenggelam pada Selasa, 3 Februari 2026, saat mandi di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di kawasan Babakan Taman Mahoni, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran. Menurut Hamzaid, jenazah korban ditemukan di sekitar Pintu Air Babat Barage, dengan jarak kurang lebih 300 meter dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam.

“Penemuan korban merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh unsur tim gabungan yang sejak pagi hari melakukan pencarian secara intensif,” tuturnya.

Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi dan ditangani sesuai prosedur. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan prosesi pemakaman. Sebelumnya, pada hari kedua pencarian, Kapolsek Sekaran IPTU Ahmad Zunaedi, bersama Kasat Polair AKP Guntur memimpin apel kesiapan pencarian. Kegiatan tersebut melibatkan unsur Polri, Basarnas, BPBD Kabupaten Lamongan, Satpolairud, serta masyarakat setempat.

Dalam operasi pencarian, tim gabungan mengerahkan tiga unit perahu karet yang berasal dari Basarnas Bojonegoro, BPBD Kabupaten Lamongan, dan Satpolairud Polres Lamongan. Atas kejadian tersebut, Polres Lamongan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai atau perairan terbuka.

“Kami mengimbau agar masyarakat lebih waspada, terutama dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat, demi mencegah kejadian serupa terulang,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....