Pesanan Perakit Perahu PVC Naik saat Banjir
- 26 Jan 2026 13:51 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Di tengah maraknya banjir di berbagai wilayah, permintaan sarana transportasi air mengalami peningkatan seiring intensitas hujan yang tinggi. Di Kabupaten Lamongan, warga kini mulai beralih dari perahu kayu konvensional ke perahu berbahan pipa PVC (paralon) yang dinilai lebih kuat dan tahan lama.
Fenomena ini membawa dampak positif bagi para perajin perahu kreatif di Desa Kuluran, Kecamatan Kalitengah, Lamongan. Pipa PVC berdiameter besar yang lazim digunakan sebagai instalasi saluran air, dirakit menjadi lambung perahu yang kokoh dan fungsional untuk aktivitas di wilayah tergenang banjir.
Salah satu perajin, Suratno, mengungkapkan bahwa pesanan perahu PVC meningkat hingga 50 persen dibandingkan hari biasa. Lonjakan tersebut terjadi bersamaan dengan meluasnya wilayah terdampak banjir di Lamongan dan daerah sekitarnya.
“Saat musim hujan seperti sekarang, pesanan sampai antre. Tidak hanya dari Lamongan, tapi juga dari Tuban, Gresik, Jombang, Demak, Pati, bahkan Batam. Ada juga pesanan dari instansi pemerintah dan relawan kemanusiaan,” ujar Suratno, Senin, 26 Januari 2026.
Menurut Suratno, beralihnya konsumen ke perahu PVC dipicu sulitnya mendapatkan kayu berkualitas dengan harga terjangkau. Selain mahal, perahu kayu dinilai lebih rentan mengalami pelapukan apabila sering terendam air dalam waktu lama.
Sebaliknya, perahu berbahan PVC diklaim lebih tahan terhadap benturan, tidak mudah rusak, serta tidak mengalami pelapukan. Dengan karakteristik tersebut, perahu PVC disebut mampu bertahan hingga puluhan tahun meski digunakan di perairan banjir secara rutin.
Dalam proses produksinya, Suratno dibantu tiga orang karyawan. Satu unit perahu dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga tiga hari, bergantung pada ukuran dan tingkat kesulitan pesanan. Harga perahu PVC bervariasi, mulai dari Rp5,7 juta hingga puluhan juta rupiah per unit, disesuaikan dengan dimensi perahu dan ketebalan pipa PVC yang digunakan.
Saat ini, sebagian besar masyarakat dan petani di wilayah langganan banjir di Lamongan mulai meninggalkan perahu kayu dan mengandalkan perahu PVC sebagai sarana transportasi utama untuk menunjang aktivitas sehari-hari di tengah genangan air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....