Kemendikdasmen Lanjutkan Revitalisasi Sekolah Lamongan Daerah Rawan Banjir

  • 26 Jan 2026 10:46 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan program revitalisasi sekolah akan terus dilanjutkan pada tahun 2026, termasuk menyasar sekolah-sekolah di Kabupaten Lamongan, khususnya yang berada di wilayah rawan banjir. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Mendikdasmen, Biyanto saat menghadiri peresmian Gedung SD Muhammadiyah di Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Minggu, 25 Januari 2026.

Biyanto menjelaskan, peresmian sejumlah gedung sekolah hasil revitalisasi ini menandai berakhirnya program refit atau perbaikan sarana pendidikan untuk jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA pada tahun anggaran 2025. “Alhamdulillah, program revitalisasi sekolah tahun kemarin yang awalnya diproyeksikan sebanyak 14.440 sekolah, melalui skema efisiensi sewa kelola justru bisa menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan,” ujar Biyanto.

Ia menuturkan, pada tahun 2026 program revitalisasi tetap dilanjutkan dengan sasaran sekolah-sekolah yang sudah pernah menerima bantuan maupun sekolah yang sama sekali belum tersentuh program tersebut. Menurut Biyanto, skema revitalisasi juga menjadi solusi paling memungkinkan bagi sekolah-sekolah yang setiap tahun terdampak bencana, seperti banjir.

Skema ini telah diterapkan di sejumlah daerah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Untuk sekolah-sekolah di daerah yang selalu mengalami banjir tahunan, skema bantuan paling memungkinkan memang melalui program revitalisasi. Desain konstruksinya nanti akan disesuaikan oleh tim teknis agar lebih aman dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA hingga SMK dipersilakan mengajukan bantuan revitalisasi. Pada tahun ini di APBN sudah dialokasikan sekitar 11 ribu satuan pendidikan. Presiden juga berkomitmen menambah hingga 60 ribu sekolah, sehingga totalnya dapat mencapai lebih dari 70 ribu satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Shodikin telah mengusulkan sekolah-sekolah yang berada di kawasan bantaran Sungai Bengawan Jero untuk mendapatkan prioritas dalam program revitalisasi sekolah, terutama melalui skema perbaikan atau peninggian bangunan guna mengantisipasi banjir tahunan. Shodikin menyebutkan, pada tahun ini pemerintah pusat telah melaksanakan revitalisasi terhadap 22 Sekolah Dasar di Lamongan.

Program tersebut dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. “Untuk SD tahun ini ada 22 sekolah yang sudah dilaksanakan dan selesai. Rata-rata setiap sekolah mendapat perbaikan tiga hingga empat ruang kelas, sehingga totalnya hampir 100 ruang kelas yang kondisinya kini baru dan layak,” ujarnya.

Shodikin mengungkapkan, terdapat sekitar 32 sekolah di kawasan Bengawan Jero yang selama ini rutin terdampak banjir. Untuk sekolah-sekolah tersebut, ia mengusulkan agar revitalisasi dilakukan dengan desain khusus yang adaptif terhadap kondisi wilayah.

“Kalau melalui skema revitalisasi, opsinya bisa sekolah panggung atau lantai bangunan ditinggikan sekitar satu meter, termasuk atapnya. Berdasarkan kajian dan kunjungan lapangan yang kami lakukan, insya Allah itu aman dari genangan banjir,” katanya.

Biyanto dan Shodikin menyampaikan secara umum kebijakan dan arah program revitalisasi telah disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, sementara teknis pelaksanaan akan diumumkan lebih lanjut melalui rilis resmi kementerian. Selain perbaikan fisik, revitalisasi sekolah juga akan dibarengi dengan dukungan sarana pembelajaran, seperti Interactive Flat Panel (IFP) untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....