Jenazah Pendaki Gunung Piramid Dimakamkan di Tanah Kelahiran Lamongan
- 06 Agt 2026 19:29 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Melalui proses evakuasi panjang dari medan ekstrem Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, jenazah Maliyah Finda (51), warga Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, akhirnya dimakamkan di tanah kelahirannya, Kamis 6 Agustus 2026. Rombongan pembawa jenazah menuju Lamongan mendapat pengawalan dari PJR Ditlantas Polda Jawa Timur. Kedatangan jenazah disambut duka mendalam oleh keluarga, kerabat, tetangga, dan rekan-rekan almarhumah yang telah menunggu sejak dini hari.
Jenazah sendiri dimakamkan di pemakaman keluarga, Desa Karangkembang, Kecamatan Babat. Prosesi pemakaman diawali dengan salat jenazah dan tahlil yang diikuti keluarga, kerabat, serta masyarakat. Sejumlah personel Polsek Babat turut hadir untuk membantu pengamanan dan kelancaran rangkaian pemakaman.
Suasana haru menyelimuti prosesi hingga jenazah dimasukkan ke liang lahat. Puluhan pelayat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah yang dikenal memiliki kecintaan terhadap aktivitas alam bebas. Sejumlah kerabat dan teman masa sekolah juga tampak hadir, salah satunya Yono, adik kelas almarhumah saat bersekolah di SMPN 1 Babat.
Yono mengenang Maliyah sebagai sosok yang ramah, hangat, dan memiliki jiwa petualang sejak usia muda. Menurutnya, kecintaan almarhumah terhadap kegiatan alam bebas telah terlihat sejak masih duduk di bangku sekolah dan terus berlanjut hingga masa kuliah maupun setelahnya. "Dari dulu beliau pribadinya memang petualang. Di kalangan teman-teman sekolah dulu juga mengakui itu," ujarnya
Sebelumnya, Maliyah dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso. Gunung tersebut dikenal memiliki jalur ekstrem dan terjal, terutama kawasan Punggung Naga yang diapit jurang pada kedua sisinya. Setelah dilakukan pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 60 hingga 70 meter.
Proses evakuasi jenazah berlangsung penuh perjuangan. Lebih dari 100 personel gabungan yang terdiri dari Tim SAR, relawan, BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait harus mengevakuasi jenazah secara estafet selama kurang lebih 13 jam. Kondisi medan yang terjal dan ekstrem membuat proses evakuasi membutuhkan tenaga dan kehati-hatian ekstra sebelum jenazah berhasil dibawa keluar dari lokasi.
Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd membenarkan bahwa Polres Lamongan melalui Polsek Babat memberikan pelayanan kepolisian berupa pengamanan selama proses pemakaman. Personel diterjunkan untuk membantu pengaturan arus masyarakat sekaligus memastikan seluruh rangkaian pemakaman berlangsung aman, tertib, dan khidmat.
"Kami membenarkan bahwa personel Polsek Babat melaksanakan pengamanan dan membantu kelancaran prosesi pemakaman almarhum MF sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran anggota Polri diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib," katanya.
IPDA M. Hamzaid juga menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa almarhumah. Ia berharap Maliyah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
"Atas nama keluarga besar Polres Lamongan, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhumah. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....