Generasi Tangguh dalam Perubahan Zaman

  • 05 Nov 2025 07:31 WIB
  •  Tuban

KBRN Tuban: Perkembangan zaman yang semakin kompleks membuat banyak orang tua merasa khawatir terhadap karakter dan mentalitas anak. Untuk menjawab keresahan tersebut, Program Mutiara Pagi Radio RRI Tuban, pada Rabu (5/11/2025), menghadirkan narasumber Ustaz Prayitno, M.A, perwakilan Yayasan Al Uswah Centre Tuban, pada siaran pagi ini. Tema yang diangkat adalah "Menumbuhkan Karakter Anak Tangguh di Tengah Tekanan Zaman".

Dalam pemaparannya, Ustaz Prayitno menjelaskan bahwa tekanan zaman modern tidak hanya berbentuk tuntutan akademik, tetapi juga hadir melalui arus digital yang mudah memengaruhi pola pikir dan perilaku anak. Tanpa pendampingan yang tepat, anak rentan mengalami stres, kehilangan kepercayaan diri, hingga depresi. Menurutnya, pondasi karakter harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan keluarga, lingkungan, dan institusi yang berperan aktif membimbing.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa orang tua dituntut mampu menjadi teladan. Sikap empati, komunikasi terbuka, dan pembiasaan perilaku positif menjadi kunci dalam membentuk karakter kuat. Anak perlu diarahkan memahami nilai moral, disiplin, dan kontrol diri. “Jika anak hanya dibebani tuntutan tanpa teladan, maka karakter tangguh sulit terbentuk,” ujarnya.

Di sisi lain, Yayasan Al Uswah Centre Tuban berupaya memfasilitasi program pengembangan karakter seperti pembinaan akhlak, pelatihan mental, serta kegiatan sosial. Program tersebut ditujukan agar anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Hal ini sejalan dengan kebutuhan generasi masa kini yang harus mampu menghadapi dinamika kehidupan dengan bijak.

Selama dialog, beberapa pendengar juga menyampaikan keresahan terkait perubahan perilaku anak akibat media sosial dan pergaulan bebas. Menanggapi hal itu, Ustadz Prayitno menegaskan bahwa literasi digital menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter. Anak perlu diajarkan bagaimana menggunakan teknologi secara sehat, bukan menghindarinya sepenuhnya.

Menutup sesi, ia mengajak seluruh orang tua, pendidik, dan masyarakat untuk bergandengan tangan menciptakan lingkungan yang ramah bagi pertumbuhan karakter. Ia berharap masyarakat tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga membangun kepribadian yang kuat. Karena pada akhirnya, karakter tangguh akan menjadi modal penting bagi generasi penerus dalam menghadapi tantangan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....