Dinkes Tuban Gencar Melakukan Skrining TBC dengan Teknologi X-Ray
- 15 Apr 2026 18:26 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban bekerja sama dengan Yayasan Stop TB Partnership Indonesia (STPI) menggelar aksi jemput bola melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) untuk mendeteksi kasus Tuberkulosis (TBC) secara dini di masyarakat.
Program yang digelar Rabu 15 April 2026 di Kelurahan Latsari ini akan terus berlanjut hingga September 2026 mendatang, dengan menyasar 20 kecamatan di seluruh Kabupaten Tuban.
Skrining dengan menggunakan alat X-ray portabel ini juga menjadi bukti Pemerintah Daerah dalam mendekatkan akses layanan kesehatan ke masyarakat.
Analis Penyakit Menular sekaligus Penanggung Jawab Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes P2KB Tuban, Susilowati menjelaskan bahwa proses pemeriksaan dilakukan secara sistematis, diantaranya:
- Skrining Gejala: Tahap awal untuk mengidentifikasi indikasi fisik pada warga.
- Pemeriksaan Foto Rontgen: Menggunakan alat X-ray dada untuk melihat kondisi paru-paru.
- Diagnosa Dokter: Hasil rontgen dibaca oleh dokter untuk menentukan apakah warga masuk kategori suspek TBC.
- Tes Dahak: Bagi warga dengan hasil rontgen suspek, akan dilakukan pemeriksaan dahak sebagai standar emas penentuan diagnosa TBC.
"Tujuannya adalah menemukan kasus TBC sebanyak-banyaknya di masyarakat agar bisa segera ditangani. Semakin banyak kasus yang ditemukan sejak dini, semakin baik upaya pencegahan penularannya," ujarnya.
Susi menambahkan, kegiatan ini menyasar seluruh golongan umur, mulai dari balita hingga lansia, dengan prioritas khusus pada kontak erat atau kontak serumah dengan pasien TBC, penderita Diabetes Melitus (DM), HIV, warga yang memiliki gejala klinis TBC, dan balita dengan kondisi malnutrisi.
Kepala Puskesmas Tuban, Cholifah Yuniati, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas sektor ini. Menurutnya, menemukan dan mengobati pasien TBC bukan perkara mudah tanpa adanya aksi proaktif di lapangan.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kerjasama ini sangat membantu kami dalam memutus mata rantai penularan TBC melalui deteksi dini dan pengobatan segera," ucap Cholifah.
Berdasarkan data selama periode tahun 2026, tercatat sebanyak 10 penderita telah terdeteksi positif TBC di wilayah Kecamatan Tuban dan kini dalam pengawasan pengobatan.
Senada dengan hal tersebut, Sugi Utami (40), warga Kelurahan Latsari, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan gratis ini. Sebagai orang yang sering berinteraksi dengan penderita TBC di lingkungan keluarga dan tetangga, ia merasa perlu melakukan pengecekan.
"Adanya skrining gratis ini memudahkan saya untuk deteksi dini. Karena saya sering kontak dengan penderita, jadi saya hari ini memberanikan diri untuk periksa," katanya.
Layanan pemeriksaan ini dijadwalkan rutin setiap hari Senin sampai Jumat di lokasi-lokasi strategis di 20 kecamatan hingga September mendatang. Pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini guna mewujudkan Tuban bebas TBC.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....