Dinkes Tuban Semarakkan Kampanye TOSS TBC Serentak
- 09 Nov 2025 18:39 WIB
- Tuban
KBRN, Tuban: Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban, selenggarakan kegiatan Kampanye TOSS (Temukan Obati Sampai Sembuh) Tuberkulosis (TBC), Minggu (9/11/2025) di Car Free Day.
Plt Kepala Dinkes P2KB Tuban melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Syahrul Afifa Ratna Sari, mengatakan, kegiatan Kampanye TOSS TBC ini digelar secara serentak se Indonesia. Selain itu, juga dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tuban ke 732 dan Hari Kesehatan Nasional ke 60.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan screening kesehatan elektronik berbasis barcode, sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis (TBC) ataupun penyakit lainnya.
“Tujuannya agar masyarakat bisa mendeteksi potensi TBC sedini mungkin. Kami fasilitasi melalui screening kesehatan elektronik, cukup dengan memindai barcode saja,” ujarnya.
Melalui screening tersebut, masyarakat akan menjawab beberapa pertanyaan seputar gejala dan faktor risiko. Hasilnya dapat menunjukkan apakah seseorang berisiko menderita TBC atau tidak.
Jika hasil menunjukkan risiko tinggi, warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, baik Puskesmas, rumah sakit, maupun dokter praktik swasta.
Jika setelah pemeriksaan seseorang dinyatakan positif TBC, maka wajib menjalani pengobatan hingga tuntas. “Pengobatannya berlangsung selama enam bulan dan harus dijalani secara teratur. Jika putus di tengah jalan, maka pengobatan harus diulang dari awal,” tegasnya.
Selain pengobatan, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kondisi rumah agar tetap sehat. Rumah yang memiliki ventilasi cukup dan memungkinkan sinar matahari masuk sangat penting untuk membunuh bakteri TBC di udara.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, bagi pasien yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, dianjurkan untuk mengkonsumsi TPT atau Terapi Pencegahan TBC. “TPT ini bertujuan memutus rantai penyebaran. Kalau kontak erat tidak minum TPT, maka risiko tertular akan semakin besar,” jelasnya.
Ratna juga menghimbau agar masyarakat dapat lebih waspada terhadap gejala TBC, seperti batuk berkepanjangan, demam terutama di malam hari, serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
“Jika mengalami gejala tersebut, segera periksa ke Puskesmas. Nanti akan dilakukan tes dahak untuk memastikan apakah positif TBC atau tidak,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....