Dinkes Tuban Turut Semarakkan Progam Sepekan Mengejar Imunisasi

  • 05 Agt 2025 18:06 WIB
  •  Tuban

KBRN, Tuban: Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban, turut menyemarakkan kegiatan Sepekan Mengejar Imunisasi (Penari) yang digelar 4-9 Agustus 2025, serentak secara nasional.

Kepala Dinkes P2KB Tuban, Roikan, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Ratna Sari, menjelaskan, bahwa imunisasi kejar adalah upaya untuk melengkapi imunisasi yang tertunda atau terlewat dari jadwal yang seharusnya. Ini dilakukan untuk memastikan anak atau individu mendapatkan perlindungan optimal dari penyakit menular yang dapat dicegah dengan vaksin.

Dirinya menambahkan, progam Penari ini dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun, yaitu saat momen Pekan Imunisasi Dunia, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Kesehatan Nasional.

Meski begitu, diluar semarak progam Penari, kegiatan imunisasi telah rutin dilaksanakan oleh setiap Puskesmas yang ada di Tuban melalui Posyandu. "Kalau kegiatan imunisasi itu kami rutin melaksanakan, bukan hanya saat perayaan Sepekan Mengejar Imunisasi ini saja. Tapi karena ini progam nasional, jadi harus tetap disemarakkan, agar masyarakat yang lalai dan belum sempat imunisasi, bisa segera mengikuti," ujarnya kepada rri.co.id, Selasa (5/7/2025) di ruang kerjanya.

Dirinya menegaskan, melalui imunisasi ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh pada bayi, balita, ibu hamil, hingga wanita usia subur. Sebab, kata Ratna, di Kabupaten Tuban masih ditemukan jenis penyakit yang sebenarnya dapat dicegah oleh imunisasi, seperti campak, difteri, dan pertusis.

"Kami harap, masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya melakukan imunisasi, untuk menjaga kekebalan tubuh dan lingkungannya. Jika terlambat, bisa ditempuh dengan imunisasi kejar," kata Ratna.

Meski begitu, dirinya menambahkan, jika ada tiga anti gen yang tidak dapat dikejar atau dilewatkan dalam jangka waktu satu tahun, yaitu BCG yang harus didapatkan maksimal anak berusia 1 tahun, HB Nol harus didapatkan saat bayi baru lahir, dan Rotavirus yang harus didapatkan maksimal anak berusia 7 bulan.

"Tiga anti gen itu harus didapatkan oleh anak sesuai usianya. Akan sayang sekali kalau harus dilewatkan, karena tidak bisa dikejar apabila melebihi batas usianya," ucap Ratna.

Sebagai bentuk komitmen Dinkes Tuban, petugas puskesmas maupun posyandu terus berusaha untuk melakukan pendekatan secara persuasif kepada orang tua, melalui kunjungan ke rumah anak yang belum mendapatkan imunisasi. Harapannya, agar tidak ada anak yang tertinggal imunisasi.

"Teman-teman di Puskesmas sudah punya perencanaan terkait data anak yang belum atau kurang mendapatkan imunisasi, artinya kami bekerja secara terus menerus sepanjang tahun untuk mencukupi kebutuhan imunisasi mereka. Dan kebetulan saat ini sedang ada progam Penari, semoga bisa dimanfaatkan oleh orang tua yang punya bayi atau balita, termasuk ibu hamil dan wanita usia subur" jelasnya.

Selain stok logistik vaksin yang memadai, ia juga menegaskan, bahwa kualitas vaksin yang diberikan juga telah sesuai dengan standart Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....