Kemenag Pastikan Pendampingan bagi CJH Lansia dan Disabilitas

  • 16 Jan 2026 15:58 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Tuban - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban memastikan adanya pendampingan bagi Calon Jemaah Haji (CJH) lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.

Plt Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Tuban, Imam Bukhori, menjelaskan bahwa pendampingan tersebut telah diatur sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap satu orang jemaah lansia diperbolehkan mendapatkan satu orang pendamping. Selain itu, pendampingan juga dapat diberikan kepada jemaah disabilitas.

“Selain pendampingan lansia dan disabilitas, ada juga kebijakan penggabungan jemaah, khususnya bagi calon jemaah haji yang terpisah dari anggota keluarganya. Penggabungan ini bisa diajukan dengan orang tua, anak, maupun anggota keluarga lainnya,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).

Ia menambahkan, calon jemaah yang mengajukan penggabungan juga berhak mengajukan pendampingan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar seluruh calon jemaah mengikuti ketentuan berdasarkan urutan nomor porsi.

Dalam kesempatan tersebut, Imam Bukhori juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan haji. Para calon jemaah dianjurkan rutin berolahraga ringan, seperti berjalan kaki pada pagi hari, serta menyiapkan obat-obatan pribadi, terutama bagi jemaah yang memerlukan pendampingan.

"Seluruh calon jemaah harus terdaftar dan tercover dalam kepesertaan BPJS Kesehatan," tegasnya.

Sementara itu, kuota Calon Jemaah Haji Kabupaten Tuban tahun 2026 ditetapkan sebanyak 1.557 orang. Selain kuota utama, terdapat kuota cadangan sebesar 60 persen atau sebanyak 512 calon jemaah haji, yang saat ini sebagian besar telah terisi.

Imam juga mengimbau kepada seluruh calon jemaah yang mengikuti kegiatan Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBHU) agar memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

“Maka dari itu, kami mohon kepada seluruh calon jemaah yang mengikuti KBHU agar mengikuti kegiatan tersebut dengan niat menuntut ilmu, sehingga ketika berada di Tanah Suci dapat menjadi jemaah yang mandiri dan pulang sebagai haji yang mabrur, diterima oleh Allah SWT,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....