Kakankemenag Tuban Larang Keluarga JCH Gunakan Mobil Terbuka

  • 20 Mei 2025 17:27 WIB
  •  Tuban

KBRN, Tuban: Demi menjaga keamanan dan kelancaran acara pemberangkatan Jemaah Calon Haji Kabupaten Tuban, kloter 68, 69 dan 70, besok Rabu (21/5/2025), Kepala Kantor Kementerian Kabupaten Tuban, Umi Kulsum mengimbau, agar pihak keluarga yang ingin mengantar diminta untuk tidak menggunakan kendaraan jenis bak terbuka.

"Imbauan ini merupakan hasil koordinasi antara Kemenag dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Tuban beberapa waktu lalu," ujarnya, Selasa (20/5/2025).

Selain itu, akses masuk ke area Pendopo Kridho Manunggal ini hanya dapat diakses oleh calon jemaah haji. Sementara, para pengantar tidak diperkenankan masuk ke dalam pendopo dan diminta menunggu di luar area.

Untuk kendaraan VIP dan VVIP, panitia memberikan akses langsung ke dalam area pendopo. Sedangkan mobil para pengantar diarahkan untuk parkir di kawasan Alun-alun Tuban dan harus dilengkapi dengan stiker khusus yang telah disiapkan oleh panitia.

“Hanya kendaraan yang memiliki stiker resmi dari PPIH yang diperbolehkan masuk ke area Alun-alun,” katanya.

Jemaah haji asal Kabupaten Tuban yang tergabung dalam gelombang kedua Provinsi Jawa Timur dijadwalkan berangkat pada Rabu, 21 Mei 2025. Umi menambahkan, jika proses pemberangkatan terbagi menjadi dua waktu.

Kloter 68 dijadwalkan berkumpul sekitar pukul 02.00 dini hari, sedangkan kloter 69 dan 70 akan mulai dikumpulkan pada pukul 13.00 WIB di lokasi yang sama. Sementara kloter 66 telah berangkat hari ini, pukul 13.00 WIB, di Kantor Kemenag Tuban.

Tahun ini, kata Umi, total calon jemaah haji yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci berjumlah 1.252 orang. Meski keberangkatan dilakukan dalam dua sesi terpisah, pihaknya memprediksi antusiasme dari para pengantar tetap akan tinggi.

Diketahui, koper para JCH ini telah diberangkatkan menuju embarkasi Surabaya pagi tadi, dari Kantor Kemenag. Sementara koper milik jemaah kloter 66 telah dibawa secara mandiri oleh para JCH saat pemberangkatan. "Karena kloter 66 hanya 10 orang, gabungan dengan Kabupaten Probolinggo, jadi kopernya dibawa sendiri oleh jemaah," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....