Ekspor Lamongan 2025 Meningkat, Baja Jadi Komoditas Dominan

  • 09 Jan 2026 12:51 WIB
  •  Tuban

KBRN, Lamongan: Kinerja ekspor Kabupaten Lamongan sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif. Nilai ekspor daerah ini tercatat mengalami peningkatan signifikan dan didominasi oleh komoditas industri, khususnya baja dan aluminium.

Berdasarkan data Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, nilai ekspor Lamongan pada 2025 mencapai sekitar Rp22 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp20 triliun. Angka tersebut bahkan melampaui target yang ditetapkan pada 2025 sebesar Rp21,8 triliun.

Kepala Diskoperindag Lamongan, Anang Taufik mengatakan bahwa kenaikan nilai ekspor tersebut bukan disebabkan bertambahnya jumlah perusahaan eksportir, melainkan meningkatnya permintaan dari negara tujuan ekspor.

“Kalau dari sisi perusahaan sebenarnya masih sama produknya juga tidak banyak berubah, tetapi permintaan dari luar negeri yang meningkat, sehingga nilai ekspornya ikut naik,” ujar Anang, Jumat (9/1/2026).

Anang menjelaskan, Lamongan saat ini mengekspor produk ke sekitar 10 negara tujuan. Dari berbagai komoditas yang diekspor, kontribusi terbesar terhadap kenaikan nilai ekspor berasal dari sektor industri logam.

“Yang paling menunjang itu dari salah satu perusahaan, PT Han, yang memproduksi baja lembaran dan aluminium. Permintaannya cukup tinggi, sehingga sangat berpengaruh terhadap total nilai ekspor Lamongan,” katanya.

Untuk tahun 2026, Pemkab Lamongan menargetkan nilai ekspor mencapai Rp22,9 triliun. Anang optimistis target tersebut dapat terlampaui, meskipun tetap bergantung pada kondisi dan regulasi global.

“Target 2026 sekitar Rp22,9 triliun. Kalau melihat tren dan permintaan, peluang untuk melampaui target itu ada, bisa jadi tembus Rp23 triliun. Namun kita juga harus melihat regulasi global yang bisa berubah sewaktu-waktu,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan perdagangan internasional, termasuk regulasi ekspor di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, sempat mempengaruhi kinerja ekspor Lamongan. Namun, kondisi tersebut kini mulai berangsur stabil.

Rekomendasi Berita