Gerakan Tanam Padi MT2 Lamongan, Dukung Swasembada Pangan
- 05 Mar 2026 14:29 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) tahun 2026 dengan menggelar Gerakan Tanam Padi Musim Tanam Kedua (MT2). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama petani di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kamis 5 Maret 2026.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan percepatan tanam dilakukan agar produksi padi di Lamongan tetap terjaga sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional. Ia mengajak para petani dan kelompok tani untuk segera melakukan tanam setelah panen selesai.
Menurutnya, capaian pertanian Lamongan pada tahun 2025 mampu melampaui target Luas Tambah Tanam yang ditetapkan pemerintah pusat. “Tahun 2025 target pusat sebesar 192.373 hektare, dan Lamongan mampu merealisasikan 193.786 hektare. Padahal luas baku sawah kita sekitar 95 ribu hektare,” ujarnya.
Ia menjelaskan tingginya capaian tersebut tidak lepas dari semangat petani Lamongan yang melakukan tanam lebih dari satu kali dalam setahun. Bahkan, sebagian petani dapat melakukan panen hingga beberapa kali dalam satu tahun.
Selain itu, produksi padi Lamongan juga tercatat mencapai 1.335.099 ton pada tahun 2025, yang menjadi salah satu yang terbesar di Provinsi Jawa Timur. “Petani Lamongan dikenal gigih. Panen belum selesai sudah bersiap untuk tanam kembali. Semangat seperti ini yang membuat produksi pertanian terus meningkat,” katanya.
Yuhronur menambahkan pemerintah akan terus mendukung percepatan swasembada pangan melalui berbagai bantuan, seperti alat mesin pertanian modern, ketersediaan pupuk, serta penguatan sistem pengairan. Ia juga menyebutkan bahwa pada tahun 2026 Lamongan kembali mendapat target peningkatan luas tanam dari pemerintah pusat hingga 233 ribu hektare.
“Walaupun luas sawah kita sekitar 95 ribu hektare, dengan pola tanam berulang kita optimistis target tersebut bisa tercapai. Pemerintah juga terus menjaga ketersediaan pupuk dan stabilitas harga,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Mugito melaporkan pada musim tanam pertama tahun 2026, luas panen padi telah mencapai 36.818 hektare. Ia menambahkan pihaknya terus mendorong pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian untuk mengantisipasi gangguan organisme pengganggu tanaman serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kami mengutamakan pengendalian yang ramah lingkungan. Selama bahan organik di sekitar masih tersedia, itu yang didahulukan. Penggunaan bahan kimia menjadi pilihan kedua,” ujarnya.
Kegiatan gerakan tanam tersebut juga dihadiri Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Yuris Tiyanto bersama para penyuluh pertanian dan kelompok tani setempat.