Bumdes Keduyung Dukung Program MBG lewat Usaha Ayam Petelur
- 26 Feb 2026 13:21 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Keduyung, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Keduyung untuk menyokong kebutuhan protein dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui unit usaha ayam petelur. Langkah ini menjadi upaya memberdayakan potensi ekonomi desa, sejalan dengan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua BUMDes Keduyung, Muhammad Imam Syafi’i, mengatakan unit usaha ayam petelur yang dikelola saat ini menunjukkan tren pertumbuhan positif, meski masih dalam tahap awal pengembangan. “Karena ini baru tahap pertama, masih belajar bertelur. Saat ini dari 300 ekor ayam sudah menghasilkan sekitar 100 butir telur per hari atau sekitar 40 persen,” ujarnya, Kamis 26 Februari 2026.
Ia optimistis produksi telur akan terus meningkat hingga mencapai kapasitas maksimal menjelang akhir Ramadan dengan produksi maksimal sekitar 300 butir per hari. Dalam waktu satu minggu setelah semua ayam bertelur, mereka dapat menyuplai penuh kebutuhan SPPG Keduyung.
Menurut Imam, kerja sama dengan SPPG menjadi solusi atas kendala pemasaran yang selama ini dihadapi pelaku usaha desa. Kehadiran SPPG sebagai pembeli tetap (off-taker) dinilai mampu menekan biaya distribusi.
“Kami tidak terlalu sibuk memasarkan karena sudah ditampung SPPG. Biaya operasional juga lebih efisien karena distribusi langsung ke MBG,” katanya.
Sementara itu, Kepala SPPG Keduyung, Andre Febrian, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan penyedia bahan pangan lokal dalam mendukung operasional program MBG yang telah berjalan sejak 26 Januari 2026.
“Sesuai petunjuk teknis pengadaan, kami memang diarahkan untuk mengambil supplier dari daerah sekitar,” tuturnya.
Ia menambahkan, kedekatan lokasi antara produsen dan penyalur menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan, serta mempercepat distribusi saat terjadi kekurangan stok.
“Kalau stok kurang, tinggal ambil ke BUMDes. Lebih cepat dan tidak perlu menunggu lama,” jelasnya.
Selama Ramadan, SPPG tetap menjaga kualitas asupan gizi bagi penerima manfaat. Menu yang disiapkan telah disesuaikan dengan rekomendasi ahli gizi agar tetap memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
“Menu Ramadan berupa paket kering, seperti buah, susu, roti sebagai sumber karbohidrat, dan telur rebus sebagai sumber protein,” ujar Andre.
Kolaborasi antara BUMDes dan SPPG Keduyung ini menjadi contoh integrasi program nasional dengan ekonomi desa, sekaligus mendorong kemandirian dan penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat lokal.