Mensos Minta PKH Pastikan Data Siswa SR Akurat
- 06 Feb 2026 17:35 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menegaskan pentingnya pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) secara sistematis dan berbasis data yang akurat, dalam menentukan data siswa-siswi Sekolah Rakyat (SR).
Hal itu ia sampaikan saat melakukan Sosialisasi DTSEN bersama seluruh Camat, Kepala Desa, dan Pilar-Pilar sosial, serta orang tua siswa Sekolah Rakyat, Jumat, 6 Februari 2026, di Kabupaten Tuban.
Menurutnya, ketepatan sasaran penerima manfaat sangat bergantung pada keakuratan data di lapangan, yang juga memerlukan peran aktif kepala desa dalam mengidentifikasi calon siswa yang benar-benar berhak memperoleh pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Mekanisme penjangkauan calon peserta didik Sekolah Rakyat dilakukan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya bagi keluarga yang berada pada desil 1 dan 2 atau kelompok ekonomi paling bawah," ujarnya.
Proses tersebut dilanjutkan dengan verifikasi lapangan oleh pendamping PKH, Badan Pusat Statistik (BPS), serta pemerintah daerah. Setelah itu, dilakukan persetujuan dengan orang tua atau wali calon siswa, sebelum akhirnya ditetapkan oleh kepala daerah sebagai peserta didik Sekolah Rakyat.
Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak menerapkan tes akademik dalam proses penerimaan siswa. Seleksi dilakukan murni berdasarkan kelengkapan administrasi dan kriteria ekonomi.
“Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum, melainkan melakukan penjangkauan langsung. Tidak boleh ada keinginan menitipkan anak atau keluarga agar bisa bersekolah di Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Mensos juga mengapresiasi penampilan paduan suara hingga pidato bahasa asing oleh siswa-siswi Sekolah Rakyat yang dinilai mampu memukau seluruh hadirin.
Ia menyebutkan, capaian tersebut merupakan hasil proses pendidikan selama kurang lebih empat bulan, di mana para siswa berasal dari latar belakang yang beragam, baik dari sisi kebiasaan, kondisi kesehatan, maupun kemampuan awal.
“Menuju Indonesia Emas 2045, dua puluh tahun ke depan, anak-anak inilah yang akan menjadi generasi penerus bangsa,” ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya.