Festival Pesona Meti Kei Jadi Model Pengembangan Event Berbasis Talenta Lokal
- 08 Jun 2026 14:27 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur — Festival Pesona Meti Kei di Kabupaten Maluku Tenggara kini tidak hanya menjadi agenda pariwisata daerah, tetapi juga mulai dilirik sebagai model pengelolaan event berbasis potensi lokal di Indonesia. Kementerian Pariwisata melalui Direktorat Event Daerah dan Direktorat Event memberikan apresiasi atas penyelenggaraan festival yang dinilai sukses dan inovatif, Senin (8/6/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffi, menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari konsistensi pemerintah daerah dalam mengedepankan talenta lokal sebagai kekuatan utama penyelenggaraan event.
“Menurut dari Kementerian Pariwisata, khususnya Direktorat Event Daerah dan Direktorat Event, bahwa Festival Pesona Meti Kei ini sudah sangat baik pelaksanaannya dan dinilai luar biasa,” kata Toffi.
Toffi menjelaskan, penggunaan talenta lokal secara penuh dalam Festival Pesona Meti Kei menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Hal tersebut menjadi pembeda dengan banyak event daerah lain yang masih mengandalkan pengisi acara dari luar daerah.
“Ini menjadi bahan bagi mereka untuk menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara yang menggunakan semua talent-talent lokal. Ini baru pertama kali terjadi di Kabupaten Maluku Tenggara dalam event Karisma Event Nusantara yang full menggunakan talenta lokal,” ujarnya.
Toffi menegaskan, pendekatan tersebut memberikan dampak ekonomi yang lebih luas karena perputaran uang tetap berada di daerah. Konsep ini sejalan dengan penguatan ekonomi berbasis masyarakat melalui Community Based Tourism (CBT).
“Kita sadar bahwa ketika kita menggunakan talenta lokal, maka spreading money atau uang yang beredar itu akan lebih kuat. Bukan berarti kita alergi dengan artis-artis nasional, mereka punya panggung sendiri,” katanya.
Lebih lanjut Toffi mengungkapkan, Festival Pesona Meti Kei kini juga mulai menjadi rujukan bagi sejumlah daerah lain di Indonesia. Beberapa pemerintah daerah bahkan telah melakukan kunjungan studi banding, termasuk dari Timika, untuk mempelajari pola pengelolaan event tersebut.
“Beberapa pemerintah daerah sudah berkonsultasi dan menjadikan Festival Pesona Meti Kei sebagai rujukan. Kemarin ada beberapa daerah termasuk Timika yang datang untuk studi banding,” ucapnya.
Toffi menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan festival ini tidak hanya ditentukan oleh konsep acara, tetapi juga oleh kemampuan mengelola anggaran secara efisien. Meski dengan keterbatasan anggaran, kegiatan tersebut tetap mampu memberikan dampak yang signifikan bagi daerah, baik dari sisi ekonomi maupun promosi pariwisata.
Ia menambahkan, ke depan pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan event pariwisata. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas dampak Festival Pesona Meti Kei, tidak hanya sebagai agenda budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat dan penguatan citra Maluku Tenggara di tingkat nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....