Festival Pesona Meti Kei Dorong Kolaborasi Pariwisata Berkelanjutan

  • 28 Okt 2025 15:58 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan regeneratif di Kepulauan Kei. Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada puncak acara Festival Pesona Meti Kei 2025 yang digelar di Pantai Ngursarnadan, Ohoililir, Senin (27/10/2025).

Menurut Bupati Thaher, konsep Regenerative Tourism Destination menjadi arah baru bagi pembangunan sektor pariwisata di Maluku Tenggara. Ia menjelaskan, model pariwisata ini tidak hanya menonjolkan keindahan alam semata, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Momentum ini menjadi kesempatan berharga bagi kita semua untuk menampilkan Pesona Wisata Kepulauan Kei sebagai destinasi regeneratif dan berkelanjutan sebuah model pariwisata yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menumbuhkan kehidupan dan kesejahteraan bagi masyarakatnya,” ujar Bupati Thaher.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI yang kembali menempatkan Festival Pesona Meti Kei dalam agenda nasional. Ia berharap pengakuan ini terus berlanjut agar Kepulauan Kei semakin dikenal luas sebagai destinasi unggulan di Indonesia timur.

Festival Pesona Meti Kei menjadi ajang tahunan yang menampilkan keindahan pantai-pantai ikonik di Kepulauan Kei, seperti Ngurbloat, Ngursarnadan, Ngiar Warat, Ngurtavur, dan Gua Hawang. Selain pesona alam, acara ini juga menonjolkan kekayaan budaya, kuliner khas, serta keramahan masyarakat setempat yang menjadi daya tarik wisatawan.

“Selamat datang di Langgur, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara negeri penuh pesona dengan lebih dari 76 destinasi wisata menakjubkan yang tersebar di Pulau Kei Kecil dan Kei Besar,” kata Bupati Thaher.

Bupati Thaher menambahkan, Pemkab Maluku Tenggara juga tengah mengembangkan sektor sport tourism sebagai bagian dari diversifikasi daya tarik wisata. Namun, ia mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan infrastruktur dan promosi pariwisata daerah.

“Kami berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Maluku agar potensi besar ini dapat terwujud maksimal,” ujarnya.

Melalui konsep pariwisata regeneratif, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara ingin memastikan setiap aktivitas wisata memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang investasi di sektor pariwisata dengan jaminan dukungan penuh, guna mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis lingkungan dan budaya.

Festival Pesona Meti Kei telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan penguatan ekonomi lokal. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjadikan Kepulauan Kei sebagai destinasi wisata kelas dunia yang tetap menjaga kearifan lokal.

“Saya percaya, suatu saat nanti nama Meti Kei akan menjadi ikon yang langsung terlintas di benak wisatawan ketika mereka mendambakan keindahan tropis yang autentik, budaya yang hangat, dan pengalaman wisata yang tak terlupakan,” ucap Bupati Thaher optimistis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....