Meluruskan Makna "Acuh" dalam Komunikasi Sehari-hari

  • 25 Feb 2026 07:25 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Dalam industri musik Indonesia, lagu “Kucinta Kau Apa Adanya” yang dipopulerkan oleh penyanyi Once Maikel telah menjadi "lagu kebangsaan" bagi mereka yang sedang mengejar cintanya. Namun, dibalik melodinya yang sendu, terdapat sebuah fenomena linguistik yang menarik pada baris: "Kau boleh acuhkan diriku, dan anggap ku tak ada".

Secara rasa atau konteks lagu, pendengar menangkap bahwa si tokoh rela diabaikan. Sebaliknya, jika kita merujuk pada makna asli kata "acuh", lirik tersebut secara harfiah bermakna "Kau boleh mempedulikan aku, dan anggap aku tidak ada." yang mana menjadi sebuah kalimat yang kontradiktif.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata acuh bermakna peduli atau mengindahkan. Kesalahan umum penggunaan kata ini terjadi karena masyarakat sering mencampuradukkan dengan bentuk negatifnya, yaitu "acuh tak acuh" untuk mendefinisikan tidak peduli atau abai. Akibatnya, kata "acuh" yang berdiri sendiri pun ikut terseret menjadi bermakna negatif. Hal ini sering memicu kebingungan dalam komunikasi formal maupun literatur, di mana penulis bermaksud menunjukkan kepedulian, namun pembaca menangkapnya sebagai pengabaian.

Pakar bahasa seperti Ivan Lanin sering menyoroti bagaimana penggunaan kata dalam karya populer dapat memperkuat salah kaprah di masyarakat. Dalam berbagai catatan kebahasaannya, ia sering meluruskan bahwa jika seseorang bermaksud ingin meminta untuk tidak perlu memperhatikan sesuatu, kata yang tepat adalah "abaikan", bukan "acuhkan". Namun, dalam dunia seni seperti lirik lagu di atas, aspek estetika dan rima sering kali lebih menonjol daripada ketepatan semantik, sehingga penggunaan kata yang "salah kaprah" tetap terasa indah dan tetap sampai pesannya secara emosional.

Memahami makna asli sebuah kata bukan sekadar urusan menjadi "polisi bahasa", melainkan upaya untuk menjaga ketepatan rasa dalam berkomunikasi. Dengan mengetahui bahwa acuh berarti peduli, kita bisa lebih presisi dalam mengekspresikan perasaan tanpa takut disalahpahami.

Rekomendasi Berita