Duta Anti Narkoba Malra Ajak Remaja Kei Berani Perangi Narkoba

  • 24 Feb 2026 16:46 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Duta Anti Narkoba, Keychika Far-far, memberikan sudut pandang mengenai fenomena narkotika yang sering kali disalahpahami oleh masyarakat luas. Dalam pernyataannya, ia meluruskan bahwa zat-zat tersebut pada dasarnya memiliki sisi manfaat di dunia medis, seperti untuk keperluan bius dan terapi tertentu di bawah pengawasan ketat. Namun, hal yang menjadi persoalan besar adalah aspek penyalahgunaannya, yakni penggunaan tanpa resep dokter dan dosis sembarangan. "Narkoba tidak selalu berbahaya karena pada awalnya digunakan di dunia medis, seperti untuk bius, obat pereda nyeri, dan terapi tertentu. Yang berbahaya adalah penyalahgunaannya," tegas siswi SMA N 3 Maluku Tenggara yang biasa disapa Chika tersebut saat menjelaskan batasan antara fungsi medis dan risiko ilegal.

Chika menambahkan, dampak dari penyalahgunaan narkoba tidak dapat dipandang sebelah mata karena menyerang aspek fundamental kehidupan seorang individu, terutama bagi mereka yang masih dalam usia sekolah. Ia juga menekankan bahwa penggunaan narkoba secara sembarangan dapat memicu penurunan daya pikir, gangguan memori, hingga ketidakstabilan emosi yang berujung pada menurunnya prestasi akademik. Fenomena ini bukan sekadar gangguan kesehatan fisik, melainkan sebuah ancaman nyata yang mampu memutus mata rantai masa depan pendidikan dan karier.

Situasi ini menjadi semakin memprihatinkan mengingat penyalahgunaan narkoba yang marak terjadi di wilayah Tual dan Maluku Tenggara menyasar kelompok remaja di rentang usia 16 hingga 21 tahun. Menurut Chika, tantangan di daerah Kei memerlukan pendekatan yang lebih berani dari diri remaja itu sendiri untuk membangun integritas yang kuat. Ia berpesan agar remaja lebih sigap dan mampu melawan penyalahgunaan narkoba dengan berani mengatakan 'tidak', memiliki pemahaman yang benar tentang narkoba, serta membangun lingkungan pertemanan yang sehat.

Sebagai individu yang berada dalam fase pencarian jati diri, rasa ingin tahu untuk mencoba hal baru merupakan hal yang wajar selama diarahkan pada kegiatan positif. Namun, Chika mengingatkan bahwa pintu masuk menuju ketergantungan sering kali bermula dari sekadar "coba-coba", baik karena tekanan teman sebaya maupun rasa penasaran pribadi. Tanpa pemahaman yang tepat, banyak remaja yang terjebak dalam siklus ketergantungan hanya karena ingin mengikuti tren atau mencari pelarian sesaat yang justru berujung pada kerugian jangka panjang bagi fisik maupun mental.

Melalui edukasi yang konsisten mengenai risiko dan konsekuensi hukum maupun kesehatan, diharapkan remaja di Kei dapat menyadari bahwa penyalahgunaan narkoba tidak memberikan keuntungan apa pun. Sebaliknya, zat terlarang tersebut hanya akan merusak potensi besar yang dimiliki oleh para penerus bangsa. Dengan pengetahuan sebagai senjata utama, remaja Kei diharapkan mampu menjaga integritas diri dan lingkungannya demi mewujudkan masa depan yang bersih dan berprestasi tanpa bayang-bayang gelap penyalahgunaan narkotika.

Rekomendasi Berita