Kemarau Pengaruhi Pasokan Petatas dan Keladi di Pasar Langgur
- 22 Sep 2026 08:14 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Langgur – Musim kemarau mulai memengaruhi ketersediaan sejumlah bahan pangan lokal di Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara. Petatas dan keladi masih tersedia, namun pasokannya dari wilayah setempat terbatas sehingga pedagang lebih banyak mengandalkan kiriman dari Ambon dan Seram.
Pedagang asal Ohoi Wain, Ica, mengatakan jumlah petatas dan keladi yang diperoleh dari daerah sekitar Langgur tidak sebanyak biasanya. Sementara pasokan dari Ambon dan Seram lebih banyak sehingga digunakan untuk memenuhi kebutuhan dagangan.
“Kalau dari sini ada, tapi tidak terlalu banyak. Kalau dari Ambon baru banyak,” kata Ica saat ditemui Tim RRI di Pasar Langgur, Senin (21/9/2026).
Kondisi tersebut menjadi bagian dari perubahan pasokan pangan yang dirasakan pedagang selama musim kemarau. Selain petatas dan keladi, keterbatasan bahan baku lokal seperti singkong juga dapat memengaruhi ketersediaan dan harga pangan olahan yang banyak dijual masyarakat.
Salah satunya enbal, pangan olahan berbahan dasar singkong yang produksinya bergantung pada ketersediaan bahan baku. Ketika singkong lebih sulit diperoleh pada musim kemarau, kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga enbal di pasaran.
Sementara itu, petatas dan keladi yang dijual Ica berada pada kisaran Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per tumpuk. Harga disesuaikan dengan ukuran dan jumlah isi dalam setiap tumpukan.
“Kalau petatas sama keladi itu harganya lima puluh sampai seratus ribu satu tumpuk,” ujarnya.
Perubahan pasokan pada musim kemarau membuat pedagang perlu menyesuaikan jumlah barang yang dibawa ke pasar. Pasokan dari luar daerah menjadi salah satu cara untuk menjaga ketersediaan petatas dan keladi ketika hasil dari wilayah setempat terbatas.
Ica berharap ketersediaan petatas dan keladi tetap terjaga selama musim kemarau. Ia juga berharap harga pangan yang dijual di pasar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....