RD Roland Ignatius Renwarin Pimpin Misa Minggu Biasa XXV di Kapel Santo Yosep Peker

  • 21 Sep 2026 06:17 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Dobo: - RD Roland Ignatius Renwarin memimpin Misa Ekaristi Minggu Biasa XXV yang berlangsung di Kapel Santo Yosep Pekerja, Kombas Kilo 9 Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Minggu (20/9/2026) pukul 11.00 WIT.

Perayaan Ekaristi tersebut dihadiri umat Kombas serta keluarga besar warga Tionghoa yang turut mengambil bagian dalam perayaan Misa.

Dalam homilinya, RD Roland Ignatius Renwarin mengajak umat untuk menyadari bahwa kehidupan yang benar dan adil hendaknya dijalani dengan selalu mengandalkan cara pandang Tuhan, bukan semata-mata berdasarkan cara pandang manusia.

Menurutnya, kehidupan iman tidak diukur dari seberapa lama seseorang mengenal Tuhan atau seberapa lama menjadi pelayan Gereja, tetapi dari bagaimana seseorang menghayati kasih, pengorbanan dan pelayanan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan, manusia sering kali melakukan perhitungan terhadap apa yang telah diberikan dan dikorbankan dalam pelayanan. Namun, cara Tuhan bekerja berbeda dengan cara manusia dalam menghitung dan menilai.

"Kalau kita berpikir dengan cara pandang kita, kita akan selalu menghitung apa yang sudah kita lakukan. Tetapi cara Tuhan berbeda. Siapa pun kita, semuanya bergantung pada rahmat yang Tuhan berikan," ungkapnya dalam homili.

RD Roland juga mengajak umat untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain, termasuk dalam hal pelayanan, berkat maupun kehidupan yang dijalani masing-masing.

Ia menegaskan, ketika seseorang berbuat baik dan mampu melihat orang lain sebagai saudara serta sahabat, di situlah kasih Tuhan diwujudkan dalam kehidupan bersama.

"Ketika kita berbuat baik, ketika kita melihat orang lain sebagai saudara dan sahabat, kita menemukan keluarga, persaudaraan dan kebahagiaan," katanya.

Lebih lanjut, RD Roland mengingatkan umat bahwa Tuhan tidak pernah keliru dalam menuliskan jalan kehidupan setiap orang. Karena itu, umat hendaknya tidak terlalu sibuk memikirkan bagaimana orang lain menilai dirinya, tetapi lebih memperhatikan bagaimana kehidupannya di hadapan Tuhan.

Menurutnya, manusia memiliki keterbatasan dalam memahami rancangan Tuhan. Karena itu, yang terpenting adalah bagaimana setiap orang merespons cinta dan kasih Tuhan melalui kehidupan nyata.

Ia juga mengajak umat untuk senantiasa bersyukur atas rahmat, rezeki dan kebahagiaan yang diterima, tanpa membandingkan kehidupan diri sendiri dengan kehidupan orang lain.

"Hati yang terus membandingkan tidak akan mengalami kedamaian. Sebaliknya, hati yang bersyukur akan selalu menemukan alasan untuk bersukacita," tuturnya.

RD Roland berharap, rahmat Tuhan senantiasa menyertai, menjaga dan menguatkan umat dalam menjalani kehidupan, serta mendorong setiap orang untuk terus berbagi kasih kepada sesama sebagai saudara dan sahabat.

Perayaan Misa Minggu Biasa XXV berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Misa kemudian diakhiri dengan berkat penutup pada pukul 12.35 WIT.

Usai perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako dari keluarga besar warga Tionghoa kepada umat Kombas Kilo 9.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pembinaan bagi anak-anak Sekami, yang kemudian dilanjutkan dengan lomba makan kerupuk bagi anak-anak Sekami Kombas.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat persaudaraan, kebersamaan dan kepedulian antarumat, sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak Sekami untuk bertumbuh dalam iman melalui kegiatan pembinaan dan kebersamaan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....