Kemarau Jadi Tantangan Petani Semangka dan Melon di Wunlah Kabupaten Tanimbar
- 16 Sep 2026 09:17 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Tual - Musim kemarau menjadi salah satu tantangan bagi petani semangka dan melon di Desa Wunlah, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air menjadi persoalan utama dalam proses budidaya tanaman.
"Ada semangka dan juga melon ,semangka non biji dan juga semangka biji, kemudian semangka warna kuning. Hasil kebun sendiri dikelola oleh kita sendiri, ini dikelola mulai dari bersih lahan, kemudian membuat beden, kemudian membuang rumput-rumput kering", kata Masela.
Petani semangka dan melon, Amelia Masela saat berjualan di seberang balai Wali Kota Tual pada Selasa (15/09/2026), mengatakan keterbatasan air membuat dirinya harus menggali sumur sendiri di setiap lahan yang dikelola. Menurutnya, penyiraman tanaman harus dilakukan secara rutin pada pagi dan sore hari selama kurang lebih tiga bulan.
"Ada kesulitan dimusim kemarau ini kesulitan air untuk itu setiap lahan itu harus membuat sumur, menggali sumur sendiri, lalu menyiram selama 3 bulan pagi sore",katanya.
Masela menjelaskan kebutuhan air sangat bergantung pada luas lahan dan jumlah bedeng yang dibuat petani. Semakin banyak bedeng yang dikelola, semakin besar pula kebutuhan air untuk menjaga pertumbuhan tanaman hingga masa panen.
Meski menghadapi kesulitan air, Amelia tetap berupaya mempertahankan produksi semangka dan melon dari hasil kebunnya sendiri. Ia berharap persoalan kebutuhan air pertanian dapat menjadi perhatian pemerintah agar petani di Desa Wunlah dapat terus mengembangkan usaha pertanian mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....