Musim Kemarau Tekan Petani, Biaya Merawat Daun Bawang Meningkat Tiga Kali Lipat
- 22 Sep 2026 08:17 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Tual - Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di kota tual mulai dirasakan dampaknya oleh para petani daun bawang. Keterbatasan air membuat petani harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk menjaga tanaman tetap tumbuh dan mempertahankan hasil produksi.
Salah seorang petani daun bawang di desa ohoitel saat di temui pada seni 21/9/2026, mengungkapkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk merawat tanaman selama musim kemarau meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal. Peningkatan biaya tersebut terutama disebabkan oleh kebutuhan air yang lebih besar untuk menyiram tanaman secara rutin.
“Kalau musim hujan, biaya perawatan masih bisa ditekan karena air cukup. Sekarang kemarau, kami harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan dan mengangkut air ke kebun. Pengeluaran bisa mencapai tiga kali lipat,” Ujar Muhlis Petani sayur di desa ohoitel kota tual.
Kondisi tanah yang semakin kering membuat petani tidak dapat mengandalkan curah hujan. Penyiraman harus dilakukan secara berkala agar tanaman daun bawang tidak mengalami kekeringan dan pertumbuhannya tetap terjaga hingga masa panen.
Selain biaya memperoleh air, petani juga harus mengeluarkan tenaga dan waktu lebih banyak untuk melakukan penyiraman. Kondisi ini secara langsung meningkatkan biaya produksi dan menjadi beban tambahan bagi petani.
“punya sumur sendiri tapi kering, akhirnya harus beli, satu tengki besar itu seratus tujuh puluh ribu rupiah, biasanya pakai untuk menyiram tamanan dua hari habis, ya harus beli lagi, masalahnya bukan hanya air kering karena kemarau,adalagi biaya perawatan, pupuk terus harus ada penambahan tenaga, sewa lagi”, Ujar Muhlis
Di tengah meningkatnya biaya perawatan, petani juga menghadapi risiko penurunan hasil apabila kebutuhan air tanaman tidak terpenuhi. Tanaman yang kekurangan air dapat mengalami pertumbuhan yang kurang optimal sehingga berpotensi memengaruhi kualitas dan jumlah hasil panen.
Petani berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak terkait untuk membantu menghadapi dampak musim kemarau, khususnya dalam penyediaan sarana air untuk lahan pertanian. Ketersediaan sumber air yang memadai dinilai dapat membantu petani menjaga produktivitas tanpa harus menanggung biaya perawatan yang terlalu tinggi.
Meskipun menghadapi berbagai kendala, para petani daun bawang tetap berusaha mempertahankan tanaman mereka hingga masa panen. Bagi mereka, keberhasilan mempertahankan tanaman bukan hanya berkaitan dengan hasil produksi, tetapi juga dengan keberlangsungan pendapatan keluarga.
Musim kemarau yang berkepanjangan menjadi tantangan bagi sektor pertanian. Petani berharap kondisi cuaca segera membaik dan ketersediaan air kembali normal sehingga biaya produksi dapat ditekan dan kegiatan pertanian dapat berjalan seperti biasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....