Buka Ujian PPAT 2026, Wamen Ossy Tekankan Kompetensi dan Integritas

  • 21 Agt 2026 16:21 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, resmi membuka Ujian Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Tahun 2026 di Kantor BPSDM Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Kabupaten Bogor, Senin (3/8/2026).

Ujian PPAT Tahun 2026 diselenggarakan di tiga lokasi, yakni BPSDM Kementerian ATR/BPN, Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, dan Politeknik Agraria STPN di Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta. Total pendaftar mencapai 7.886 peserta.

“Penyelenggaraan Ujian PPAT merupakan bagian dari upaya Kementerian ATR/BPN untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan pertanahan dari PPAT yang kompeten, memahami hukum pertanahan, profesional, dan berintegritas. Karena pada akhirnya, kualitas layanan pertanahan tidak hanya ditentukan oleh regulasi yang baik maupun teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya,” ujar Wamen Ossy.

Berdasarkan data pendaftar Ujian PPAT Tahun 2026, sebanyak 2.929 peserta merupakan notaris dan 4.957 peserta non-notaris. Peserta non-notaris mengikuti ujian untuk mengisi kuota 1.743 formasi PPAT yang tersebar di 270 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Seleksi melalui materi ujian yang disusun secara komprehensif, mencakup organisasi kementerian, hukum pertanahan, penetapan hak dan pendaftaran tanah, tata cara pembuatan akta, hingga kode etik profesi. Semua ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap PPAT nantinya memiliki bekal pengetahuan dan juga profesionalisme yang memadai,” jelas Wamen Ossy.

Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas profesi PPAT, Kementerian ATR/BPN terus melakukan penyempurnaan regulasi terkait jabatan PPAT sekaligus sistem pembinaan bagi PPAT.

“Penyempurnaan ini diarahkan agar regulasi semakin sesuai dengan perkembangan zaman, memperkuat etika profesi, dan memperjelas hak dan kewajiban PPAT sekaligus memperkuat sistem pembinaan dan pengawasan. Selain itu, Kementerian juga terus mengembangkan sistem penilaian kinerja PPAT bersama IPPAT (Ikatan PPAT) agar lebih objektif dan proporsional,” pungkas Wamen Ossy.

Ujian PPAT Tahun 2026 berlangsung pada waktu yang berbeda di setiap lokasi penyelenggaraan. Di BPSDM Kementerian ATR/BPN, ujian berlangsung pada 3-5 Agustus 2026 dan diikuti 2.482 peserta.

Selanjutnya, ujian di Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 2.397 orang. Sementara itu, di Politeknik Agraria STPN, D.I. Yogyakarta, ujian dilaksanakan pada 18-20 Agustus 2026 dan diikuti 3.007 peserta.

Dalam acara Pembukaan Ujian PPAT Tahun 2026, Wamen Ossy turut didampingi Kepala BPSDM Agustyarsyah, Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, PPAT dan Mitra Kerja Ana Anida, serta Ketua Umum IPPAT Hapendi Harahap. Acara pembukaan tersebut juga disaksikan oleh sejumlah jajaran IPPAT Pusat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....