Umat Katolik Sedunia Rayakan Hari Raya Santa Maria Diangkat ke Surga

  • 16 Agt 2026 18:56 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Dobo: Umat Katolik di seluruh dunia memperingati dan merayakan Hari Raya Santa Maria Diangkat ke Surga melalui Perayaan Ekaristi, Minggu (16/8/2026). Di Kabupaten Kepulauan Aru, khususnya Kota Dobo, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, perayaan tersebut dilaksanakan di sejumlah gereja dan kapel sesuai jadwal serta waktu misa masing-masing.

Di Gereja Santa Maria de Fatima Dobo sebagai pusat paroki, Perayaan Ekaristi dilaksanakan pukul 08.00 WIT. Misa dipimpin RP. Tino Ulahayanan, MSC, didampingi RD. Tinus Nifan. Sementara misa sore dijadwalkan pukul 18.00 WIT dan dipimpin RD. Apet Kowarin, didampingi diakon.

Perayaan juga dilaksanakan di Gereja Stasi Santo Yosep Dobo pada pukul 08.00 WIT. Misa dipimpin RD. Roland Ignatius Renwarin dan didampingi RD. Simon Rahanmitu.

Sementara itu, di Kapel Santo Yosep Pekerja Kombas, Kilo 9 Dobo, misa dilaksanakan pukul 11.00 WIT dan dipimpin RD. Simon Rahanmitu, didampingi Komisi Pelayanan Stasi serta Pembina Sekami Stasi. Perayaan Ekaristi di kapel tersebut berakhir dengan berkat penutup sekitar pukul 13.30 WIT.

Perayaan Ekaristi juga berlangsung di Lapas Kelas III Dobo pada pukul 11.00 WIT. Misa dipimpin RD. Tinus Nifan, didampingi Komisi Pelayanan Paroki KBK dan KIK Lingkungan Cornelis Boer.

Dalam homilinya saat memimpin misa di Kapel Santo Yosep Pekerja Kombas, RD. Simon Rahanmitu menjelaskan makna iman Katolik mengenai Santa Maria yang diangkat ke surga. Ia menjelaskan bahwa meskipun kisah mengenai pengangkatan Maria ke surga tidak secara langsung diceritakan dalam Kitab Suci, Gereja Katolik meyakini dan mengimani bahwa Maria diangkat ke dalam kemuliaan surga oleh Tuhan.

Menurutnya, Maria memiliki tempat yang istimewa dalam sejarah keselamatan, karena sejak awal telah menerima dan mengandung Yesus, mendidik serta membesarkan-Nya dengan penuh kasih, hingga setia mengikuti perjalanan hidup dan sengsara Yesus sampai wafat di kayu salib.

“Maria menunjukkan teladan iman dan kesetiaan kepada Tuhan. Karena itu, kehidupan Maria menjadi contoh bagi umat untuk terus beriman dan percaya kepada penyelenggaraan Tuhan,” jelasnya dalam homili.

RD. Simon juga mengajak umat untuk meneladani sikap Maria yang tidak menyimpan sukacita hanya untuk dirinya sendiri. Maria justru pergi mengunjungi Elisabet dan membagikan sukacita yang dialaminya setelah menerima kabar dari Tuhan.

Menurutnya, sikap tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Umat diajak untuk saling mengunjungi, berbagi sukacita, memberikan penghiburan dan menguatkan satu sama lain, bukan datang untuk menceritakan kelemahan, kesalahan atau kekurangan sesama.

Ia menegaskan, setiap umat memiliki tugas dan panggilan masing-masing dalam kehidupan. Karena itu, umat perlu memiliki hati seperti Maria yang bersedia menerima kehendak Tuhan dan mengatakan, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu.”

Melalui perayaan Hari Raya Santa Maria Diangkat ke Surga, umat Katolik diajak untuk memperkuat iman, membangun kehidupan bersama, serta menjadi pribadi yang bersedia digunakan Tuhan untuk menghadirkan kasih, sukacita dan keselamatan bagi sesama.

RD. Simon berharap, umat dapat terus menjaga persaudaraan dan saling mendukung dalam menjalani kehidupan, sehingga iman kepada Yesus Kristus semakin tumbuh dan umat senantiasa memperoleh kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....