Sekolah Rakyat Tual Siapkan 270 Siswa, akan Belajar di Fasilitas Baru

  • 16 Agt 2026 18:53 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual: Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 74 Kota Tual memasuki tahun kedua penyelenggaraan, dengan menyiapkan penerimaan 270 siswa baru. Proses pembelajaran untuk angkatan kedua masih menunggu penyelesaian pembangunan gedung sekolah permanen yang ditargetkan dapat digunakan pada akhir Agustus atau awal September 2026.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 74 Kota Tual, Haerul, mengatakan sekolah tersebut mulai dibuka pada awal Oktober 2025 dengan menerima 100 siswa pada angkatan pertama.

“Di tahun ini kami mendapat kuota 270 siswa,” kata Haerul dalam dialog interaktif Evav Pagi Ini di RRI Langgur, Jumat (14/8/2026). Dengan tambahan 270 siswa baru, jumlah peserta didik yang akan ditangani SR Terintegrasi 74 Kota Tual mencapai sekitar 370 orang, termasuk siswa angkatan pertama yang masih menjalani pendidikan.

Haerul menjelaskan, 270 calon siswa angkatan kedua saat ini masih berada di rumah masing-masing meski telah melalui proses pendataan dan penetapan. Mereka akan mulai mengikuti pembelajaran setelah pembangunan fasilitas permanen dinyatakan selesai.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil bersama Pemerintah Kota Tual untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan siswa. Pemindahan siswa sebelum pembangunan selesai dinilai memiliki sejumlah risiko, terlebih jumlah peserta didik akan meningkat cukup signifikan.

“Kami harus menunggu semuanya selesai, kemudian kami pindah ke sana. Mengingat jumlah siswa yang begitu banyak, fasilitas ini harus betul-betul aman bagi anak-anak,” ujarnya.

Haerul mengatakan, pembangunan sekolah permanen menjadi salah satu tantangan utama SR saat ini. Namun, setelah gedung baru ditempati, berbagai fasilitas pendukung pembelajaran diharapkan dapat digunakan secara lebih optimal.

Di lokasi sementara, SR Terintegrasi 74 Kota Tual memiliki dua ruang kelas untuk jenjang SD, masing-masing satu ruang kelas untuk SMP dan SMA, laboratorium komputer, laboratorium IPA, serta empat asrama.

Sejumlah ruangan lainnya juga difungsikan sebagai perpustakaan, ruang OSIS, dan UKS. Keterbatasan ruang membuat sekolah harus menyesuaikan pengelompokan siswa dengan kondisi yang tersedia.

Untuk jenjang SD, misalnya, sekitar 50 siswa sebelumnya harus dibagi ke dalam dua ruangan, yakni kelompok kelas rendah dan kelas tinggi. Pembelajaran kemudian disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa.

Haerul berharap, perpindahan ke gedung permanen dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi siswa SR, yang sebagian memiliki latar belakang pendidikan dan kondisi belajar berbeda dari siswa sekolah reguler. Ia menegaskan, meskipun memiliki karakteristik peserta didik dan sistem penerimaan yang berbeda, kurikulum yang digunakan tetap mengacu pada Kurikulum Merdeka.

Perbedaan utama terletak pada pola penerimaan dan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.

“Memang kami tidak bisa memungkiri bahwa yang masuk ini random. Pemetaan kelas disesuaikan dengan kompetensi anak-anak,” jelas Haerul.

Dengan selesainya pembangunan gedung permanen, SR Terintegrasi 74 Kota Tual diharapkan dapat memberikan ruang belajar yang lebih memadai sekaligus mendukung proses pendidikan siswa secara lebih aman, nyaman, dan terarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....