Touring Kebangsaan, Bupati Thaher Tegaskan Negara hadir hingga Pelosok Ohoi

  • 15 Agt 2026 16:49 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menggelar Touring Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun itu diikuti Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, Ketua DPRD, unsur Forkopimda, TNI-Polri, pimpinan BUMN dan BUMD, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Touring menggunakan kendaraan roda dua dengan pakaian bernuansa merah putih tersebut mengambil titik start di Gedung Serbaguna Larvul Ngabal Langgur. Rombongan kemudian bergerak melewati Masjid Raudhah, RSUD Karel Sadsuitubun, Watdek, Landmark Langgur, Kompleks Pemda, Kolser, Loon, Kelanit, Pasir Panjang, Ngilngof, Namar, Ngayub, STIA Langgur, Debut, Rumadian, Dian Darat, Tetoat, wilayah Kecamatan Kei Kecil Barat, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kecamatan Kei Kecil Timur, sebelum kembali ke Langgur.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis di 21 puskesmas, aksi penanaman pohon, serta pembagian bendera Merah Putih kepada masyarakat di sejumlah titik yang dilalui rombongan. Pemerintah daerah memanfaatkan momentum peringatan kemerdekaan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme hingga ke pelosok ohoi.

Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Thaher Hanubun menegaskan bahwa Touring Kebangsaan bukan sekadar perjalanan memperingati kemerdekaan, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus hadir secara langsung untuk melihat, mendengar, dan memahami kebutuhan masyarakat.

“Touring ini bukan sekadar perjalanan. Touring ini adalah pernyataan sikap. Bahwa negara hadir. Bahwa pemerintah hadir. Bukan di atas kertas, tetapi di tengah masyarakat,” kata Thaher.

Bupati Thaher menjelaskan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melihat langsung kondisi jalan, fasilitas pelayanan publik, sekolah, dan berbagai kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga dapat mendengar aspirasi warga secara langsung sebagai bahan penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Laporan di atas meja penting. Tetapi laporan tidak dapat menggantikan mata dan telinga. Pemimpin harus turun. Pemimpin harus melihat sendiri. Dari sanalah kebijakan yang tepat sasaran itu lahir,” ujarnya.

Selain mendekatkan pelayanan publik, Touring Kebangsaan juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran rombongan di berbagai ohoi dapat meningkatkan aktivitas usaha kecil, mendorong penjualan hasil kebun dan hasil laut, serta memperkuat perputaran ekonomi hingga ke wilayah perdesaan.

Karena itu, Bupati mengajak seluruh peserta untuk singgah dan berinteraksi dengan masyarakat selama perjalanan. Ia berharap kehadiran peserta touring dapat memberikan manfaat langsung bagi warga yang dikunjungi.

“Maka saya berpesan kepada seluruh peserta, singgah, belanja, dan berbagi kepada masyarakat kita. Sekecil apa pun, itu bermanfaat bagi mereka,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, rombongan melakukan penanaman pohon sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa semangat kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya alam.

Sementara pembagian bendera Merah Putih kepada warga dilakukan untuk membangkitkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bendera yang dibagikan diharapkan dapat dipasang di rumah-rumah warga sebagai simbol persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Bupati Thaher mengingatkan seluruh peserta untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan, mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kebersihan, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat yang ditemui sepanjang rute touring. Ia menegaskan semangat kegiatan tersebut sejalan dengan filosofi Ain ni Ain yang menekankan kebersamaan dan tidak meninggalkan siapa pun dalam proses pembangunan.

“Dalam sebuah rombongan, ada yang di depan sebagai penunjuk arah, ada yang di tengah menjaga barisan, dan ada yang di belakang memastikan semua selamat sampai tujuan. Demikian pula pembangunan daerah, kita harus berjalan bersama menuju kesejahteraan masyarakat Maluku Tenggara,” kata Thaher.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....