Mahasiswa KKN UGM di Kei Bawa Harapan untuk Kemajuan Desa Lebetawi

  • 13 Agt 2026 11:28 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM), Hanif Fadelio, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama menjalankan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) di Desa Lebetawi, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara.

Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro tersebut memilih Kepulauan Kei sebagai lokasi KKN karena ingin mengunjungi daerah yang menurutnya sulit dijangkau untuk sekadar berlibur. Tawaran lokasi KKN di sejumlah daerah lain seperti Bali dan Banda Neira sempat menjadi pilihan, namun ia akhirnya memilih Kei untuk mendapatkan pengalaman baru sekaligus mengabdi kepada masyarakat.

Hanif mengatakan, sebelum datang ke Kei, dirinya sempat membayangkan kondisi infrastruktur di wilayah tersebut masih terbatas, terutama akses listrik, air bersih dan jaringan komunikasi. Namun, kondisi yang ditemuinya justru di luar perkiraan.

Menurutnya, fasilitas dasar di Desa Lebetawi sudah cukup baik, dengan akses listrik, jaringan komunikasi serta saluran air yang tersedia bagi masyarakat. Kondisi tersebut sekaligus mengubah pandangannya terhadap kehidupan masyarakat di wilayah kepulauan.

“Awalnya saya pikir akses listrik dan jaringan masih susah. Ternyata setelah sampai di sini, listrik sudah oke dan air juga sudah ada salurannya sendiri,” ujar Hanif.

Selain pengalaman pengabdian, Hanif juga membawa cerita unik dari interaksinya dengan masyarakat di ohoi Lebetawi, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual. Ia bahkan menerima marga Rengur sebagai bentuk penerimaan dan bagian dari keluarga masyarakat Kei. Marga tersebut kini tidak hanya digunakan selama berada di Kei, tetapi rencananya akan dicantumkan dalam dokumen kependudukannya.

Hanif yang berasal dari Kediri, Jawa Timur, mengatakan pengalaman tersebut menjadi simbol kedekatan antara dirinya dengan keluarga dan masyarakat Kei. Baginya, KKN bukan sekadar kesempatan untuk mengunjungi daerah baru, tetapi juga membangun hubungan sosial dan memahami budaya masyarakat setempat.

Usai menjalani KKN, Hanif berharap masyarakat Desa Lebetawi semakin maju, baik dari sisi sumber daya manusia maupun pola pikir. Ia juga menyoroti pentingnya perubahan kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah.

Ia berharap keberadaan mahasiswa KKN dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk terus melakukan perubahan dan pembangunan secara mandiri.

“Tidak harus menunggu orang-orang KKN datang ke sini baru desa ini dibangun,” tegasnya.

Hanif menilai kemajuan desa harus menjadi tanggung jawab bersama, sehingga masyarakat dapat terus menjaga lingkungan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan melanjutkan pembangunan secara berkelanjutan setelah program KKN berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....