Sempat Kesulitan Bahasa, Mahasiswa KKN Berhasil Beradaptasi dengan Masyarakat
- 10 Agt 2026 16:20 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Tual - Perbedaan bahasa dan logat menjadi salah satu tantangan awal yang dihadapi mahasiswa KKN-PPM UGM saat menjalankan pengabdian di Kota Tual. Mahasiswa yang terbiasa menggunakan bahasa dan logat Jawa harus menyesuaikan diri dengan cara berkomunikasi masyarakat setempat.
Ketua Kelompok KKN-PPM UGM, Nafie, kepada rri.co.id (09/08/2026) mengatakan kendala bahasa menjadi salah satu hal yang cukup sulit pada awal kedatangan mahasiswa. Ia menyebutkan, mahasiswa membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu untuk mulai memahami bahasa serta logat masyarakat di wilayah Indonesia Timur.
" Untuk awal-awal hal yang sulit itu bahasa, kita yang biasa berbahasa jawa, logat yang berbeda butuh lebih kurang 2 minggu untuk bisa berbahasa dan memahami logat timur", kata Nafi.
Menurut Nafie, proses adaptasi dilakukan melalui interaksi secara langsung dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semakin sering berkomunikasi dengan warga, mahasiswa semakin memahami cara berbicara dan kebiasaan masyarakat setempat.
Ia menilai perbedaan bahasa justru menjadi pengalaman pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa selama menjalankan KKN. Setelah 50 hari berada di Kota Tual, mahasiswa akhirnya dapat beradaptasi dan berbaur dengan masyarakat dengan lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....