Menjaga Indonesia dari Hal-Hal Kecil, Merawat Kemerdekaan dengan Persatuan
- 12 Agt 2026 06:27 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur – Bulan Agustus selalu menghadirkan suasana berbeda bagi masyarakat Indonesia. Bendera Merah Putih mulai berkibar di depan rumah, jalan-jalan dipenuhi hiasan kemerdekaan, dan berbagai kegiatan digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Namun bagi Yeni Namsa, makna kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan semata, melainkan menjadi pengingat akan perjuangan para pahlawan sekaligus tanggung jawab untuk menjaga persatuan bangsa.
Perempuan asal Desa Fiditan, Kota Tual itu mengaku selalu bersyukur setiap kali peringatan kemerdekaan tiba. Menurutnya, generasi saat ini beruntung karena dapat hidup dalam suasana bebas dan damai, berbeda dengan masa ketika bangsa Indonesia masih berada di bawah penjajahan.
"Kita harus mensyukuri kemerdekaan yang kita nikmati saat ini karena diperoleh melalui perjuangan para pahlawan yang telah mendahului kita. Mereka berjuang agar generasi sekarang bisa hidup merdeka dan menentukan masa depannya sendiri," kata Yeni kepada tim RRI, Selasa (11/8/2026).
Baginya, rasa syukur tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Jika para pahlawan dahulu mempertaruhkan nyawa untuk merebut kemerdekaan, maka masyarakat saat ini memiliki tugas untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.
Yeni menilai menjaga kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan besar. Menurutnya, sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta tidak mudah terpengaruh oleh provokasi merupakan bentuk sederhana namun penting dalam mempertahankan persatuan bangsa.
Ia mengaku prihatin ketika masih muncul konflik sosial atau tindakan yang dapat memecah belah masyarakat. Karena itu, ia berharap warga, khususnya di Kota Tual dan Maluku Tenggara, dapat terus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kerukunan dan ketertiban bersama.
"Harapan saya, tidak ada lagi provokasi atau kerusuhan di mana-mana. Kita harus sadar bahwa menjaga kedamaian juga merupakan bagian dari menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan," ujarnya.
Menurut Yeni, keamanan dan persatuan merupakan modal utama bagi pembangunan daerah. Tanpa kondisi yang aman dan harmonis, berbagai program pembangunan akan sulit berjalan optimal dan manfaatnya tidak dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Karena itu, ia berharap Kota Tual dan Maluku Tenggara dapat terus berkembang dan mengalami kemajuan di berbagai sektor. Tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat, keamanan lingkungan, dan kesejahteraan ekonomi.
"Ke depan saya berharap Tual dan Maluku Tenggara semakin maju dalam segala aspek, baik keamanan, kemakmuran, persatuan, maupun kesejahteraan masyarakat. Kemerdekaan harus membawa manfaat yang bisa dirasakan oleh semua orang," katanya.
Yeni meyakini kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah. Namun, masyarakat juga memiliki peran besar dalam menentukan arah pembangunan melalui partisipasi, kepedulian, dan semangat gotong royong.
Di usia ke-81 Republik Indonesia, harapan Yeni mungkin terdengar sederhana. Namun di balik kesederhanaan itu tersimpan pesan penting bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah yang harus dijaga bersama. Bagi dirinya, menjaga kedamaian, memperkuat persaudaraan, dan mendukung kemajuan daerah adalah cara terbaik untuk menghormati perjuangan para pendiri bangsa.
"Sebagai warga negara Indonesia, saya ingin terus mensyukuri kemerdekaan ini dengan menjadi warga yang baik dan ikut menjaga persatuan, ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....