Kirab Kebangsaan dan Makna Merah Putih di tengah Tantangan Zaman
- 15 Agt 2026 07:49 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun mengajak masyarakat memaknai Kirab Bendera Merah Putih tidak hanya sebagai perayaan kemerdekaan, tetapi juga sebagai refleksi atas nilai-nilai yang terkandung dalam Sang Saka Merah Putih. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Kirab Bendera Merah Putih HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jalan Langgur–Kolser, depan STIA Langgur, Jumat (14/8/2026).
Dalam sambutannya, Thaher menjelaskan warna merah melambangkan keberanian, keteguhan, dan semangat untuk menghadapi berbagai tantangan. Makna tersebut semakin terasa di tengah berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah, mulai dari keterbatasan anggaran hingga dinamika sosial ekonomi.
“Warna merah melambangkan keberanian, keteguhan dan semangat membara. Berani menghadapi tantangan dan teguh menghadapi keterbatasan,” kata Thaher.
Ia mengakui pemerintah daerah saat ini menjalankan kebijakan efisiensi di tengah berbagai kebutuhan pembangunan. Meski demikian, keterbatasan yang ada tidak boleh mengurangi semangat untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sementara itu, warna putih dimaknai sebagai simbol kesucian dan ketulusan dalam membangun daerah. Menurut Thaher, pembangunan hanya dapat berjalan dengan baik apabila dilandasi kejujuran, integritas, dan niat tulus untuk melayani masyarakat.
“Warna putih melambangkan kesucian dan ketulusan. Membangun negeri harus dengan hati yang bersih, memberi tanpa pamrih, dan bekerja tanpa niat mengambil yang bukan haknya,” ujarnya.
Bupati menegaskan merah dan putih merupakan dua nilai yang tidak dapat dipisahkan. Keberanian tanpa ketulusan dapat berubah menjadi kesewenang-wenangan, sedangkan ketulusan tanpa keberanian akan melahirkan kelemahan dalam menghadapi tantangan.
Karena itu, Thaher mengajak masyarakat menjadikan Kirab Kebangsaan sebagai penanda kecintaan terhadap perjuangan bangsa sekaligus komitmen bersama untuk memajukan Maluku Tenggara. Semangat persatuan dan gotong royong menjadi modal penting dalam mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
“Kirab ini menjadi penanda bahwa masyarakat Maluku Tenggara mencintai dan menghargai perjuangan bangsa, serta penanda bahwa Maluku Tenggara siap bergerak bersama untuk memajukan daerah,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....