Misa Hari Minggu Biasa XIX Digelar di Gereja Stasi Santo Yosep Dobo dan Kapel Kombas
- 10 Agt 2026 11:54 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Dobo - Umat Katolik Stasi Santo Yosep Dobo mengikuti Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa XIX, Minggu (9/8/2026).
Misa yang dimulai pukul 08.00 WIT tersebut dipimpin RD. Leo Laiyan sebagai selebran utama, didampingi RD. Tinus Nifan sebagai konselebran. Perayaan berlangsung khidmat dan lancar serta diikuti umat Stasi Santo Yosep Dobo.
Dalam homilinya, RD. Tinus Nifan mengajak umat untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan, baik masalah pribadi, keluarga maupun lingkungan.
Ia mengatakan, setiap orang dapat mengalami masa-masa sulit hingga mempertanyakan mengapa kehidupan terasa berat dan rumit. Dalam kondisi tersebut, seseorang bahkan dapat menyalahkan keadaan, lingkungan, dirinya sendiri, maupun mempertanyakan kasih dan keadilan Tuhan.
Menurut RD. Tinus, bacaan Kitab Suci pada Minggu Biasa XIX menunjukkan bahwa Tuhan tetap hadir di tengah berbagai persoalan dan penderitaan manusia.
Ia mencontohkan kisah Nabi Elia yang mengalami kelelahan, ketakutan dan keinginan untuk menyerah. Di tengah berbagai pergumulan, Elia mengalami angin besar, gempa bumi dan berbagai tanda dahsyat. Namun, kehadiran Tuhan justru dirasakan melalui angin sepoi-sepoi.

“Dari sanalah Elia mengalami kehadiran Tuhan. Tuhan hadir dalam hidupnya, bahkan berada di hadapannya ketika menghadapi masalah-masalah berat. Itulah panggilan Tuhan,” jelasnya.
RD. Tinus juga mengaitkan pengalaman Nabi Elia dengan kisah para murid Yesus yang menghadapi badai ketika berada di dalam perahu. Di tengah angin dan gelombang yang mengancam keselamatan, Yesus hadir dengan berjalan di atas air untuk menyelamatkan para murid.
Karena itu, umat diajak untuk tidak dikuasai rasa takut dan kekhawatiran ketika menghadapi situasi sulit. Umat diminta tetap percaya kepada Yesus Kristus karena keselamatan hanya dapat ditemukan di dalam Dia.
Perayaan Ekaristi di Stasi Santo Yosep Dobo berakhir sekitar pukul 10.30 WIT dengan berkat penutup yang diberikan RD. Leo Laiyan. Selanjutnya, Perayaan Ekaristi dilanjutkan di Kapel Santo Yosep Pekerja Kombas pada pukul 11.00 WIT dan dipimpin RD. Tinus Nifan.
Dalam homilinya, RD. Tinus kembali mengajak umat memahami bahwa iman kepada Tuhan bukan berarti seseorang terbebas dari persoalan, penderitaan, kekecewaan maupun tantangan kehidupan.
Ia menjelaskan, orang beriman tetap dapat mengalami keraguan, ketakutan dan berbagai persoalan. Karena itu, iman tidak semata-mata diukur dari keadaan hidup yang selalu baik, tetapi dari keteguhan seseorang untuk tetap percaya kepada Tuhan dalam setiap keadaan.
Menurutnya, kehidupan para murid Yesus menjadi gambaran bahwa kedekatan dengan Tuhan bukan jaminan seseorang terbebas dari masalah. Para murid yang setiap hari bersama Yesus dan menyaksikan berbagai mukjizat tetap mengalami ketakutan, keraguan dan kekecewaan.

“Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, penderitaan yang kita alami maupun permasalahan yang kita hadapi, kita tetap percaya kepada Kristus,” pesannya kepada umat.
RD. Tinus menegaskan, Kristus tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Bahkan setelah naik ke surga, Kristus memberikan Roh Kudus untuk membimbing, menuntun dan mengarahkan umat agar tetap berfokus kepada-Nya sebagai sumber keselamatan.
Ia juga mengingatkan umat agar tidak mengukur kasih dan penyertaan Tuhan hanya berdasarkan keberhasilan memperoleh apa yang diinginkan dalam kehidupan duniawi. Meskipun seseorang belum memperoleh apa yang menjadi cita-cita pribadi maupun keluarga, umat diajak untuk tetap mempertahankan iman dan kepercayaan kepada Kristus.
“Suatu saat, dalam kehidupan kekal bersama Bapa di surga, kita pasti akan menerima apa yang telah dijanjikan Kristus bagi kita,” ujarnya.
Di akhir homilinya, RD. Tinus mengajak seluruh umat untuk terus memperkuat iman, terutama ketika menghadapi persoalan dan penderitaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tuhan memberkati kita semua. Amin,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....