Bupati Minta Dana dan Material Pembangunan Masjid Al-Mujiba Diawasi Terbuka

  • 10 Agt 2026 11:57 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun meminta seluruh bantuan dana dan material untuk pembangunan Masjid Al-Mujiba di Ohoi Selayar, Kecamatan Manyeuw, dikawal dan diawasi secara terbuka oleh panitia pembangunan, imam masjid, Penjabat Kepala Ohoi, serta masyarakat setempat.

Permintaan itu disampaikan Bupati saat menghadiri penurunan kubah dan pembongkaran Masjid Al-Mujiba, Sabtu (8/8/2026). Menurutnya, keterbukaan dalam pengelolaan bantuan menjadi kunci agar seluruh dukungan yang diberikan benar-benar digunakan untuk pembangunan masjid dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Saya minta panitia pembangunan masjid, imam, Penjabat Kepala Ohoi, dan masyarakat mengawasi serta mengawal semua biaya dan bantuan material yang telah disampaikan. Semuanya harus terbuka di hadapan masyarakat,” kata Thaher.

Dalam kesempatan itu, Bupati memaparkan berbagai bantuan yang telah terkumpul untuk pembangunan Masjid Al-Mujiba. Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mengalokasikan dana hibah sebesar Rp500 juta. Selain itu, DPRD Maluku Tenggara melalui Wakil Ketua DPRD Yohanis Bosco Rahawarin menambahkan bantuan sebesar Rp250 juta sehingga total dukungan dana hibah mencapai Rp750 juta.

Selain bantuan dana, sejumlah pihak juga memberikan dukungan berupa material bangunan. PT SDK menyumbangkan 150 sak semen. Bantuan serupa masing-masing 150 sak semen juga diberikan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Rasyid. Sementara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Ruslan Ingratubun bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Muhammad Tukloy turut menyumbangkan 100 sak semen.

Tidak hanya itu, Wakil Ketua DPRD Maluku Tenggara Yohanis Bosco Rahawarin juga memberikan bantuan pribadi berupa 10 ret pasir untuk mendukung pembangunan masjid tersebut.

Thaher menekankan seluruh bantuan yang masuk harus dicatat secara rinci dan diumumkan kepada masyarakat. Transparansi tidak hanya penting dalam administrasi, tetapi juga harus tercermin dalam progres pembangunan fisik yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat.

“Kalau bantuan dari kepala dinas dan pihak-pihak lain sudah disampaikan, semuanya harus dicatat. Ini di luar yang Rp500 juta dan Rp250 juta tadi,” ujarnya.

Ia berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan pemerintah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat dapat mempercepat pembangunan Masjid Al-Mujiba. Dengan pengawasan bersama, pembangunan diharapkan berjalan sesuai rencana dan dapat diselesaikan tepat waktu.

“Yang penting semuanya dikawal bersama. Jangan sampai bantuan yang sudah diberikan tidak jelas. Masyarakat harus tahu dan ikut mengawasi agar pembangunan berjalan sebagaimana mestinya dan rampung pada waktunya,” ucap Thaher.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....