DLH Maluku Tenggara Edukasi Masyarakat Tentang Pemilahan Sampah

  • 27 Jul 2026 15:50 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maluku Tenggara terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah sebagai upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Edukasi dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat hingga program di sekolah-sekolah.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Maluku Tenggara, Meike Maria Renyaan, mengatakan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah masih tergolong rendah. Sebagian besar sampah rumah tangga masih dibuang dalam satu wadah tanpa dipisahkan berdasarkan jenisnya.

Ia menjelaskan, sampah yang diangkut oleh petugas kebersihan umumnya langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selanjutnya, proses pemilahan dilakukan oleh petugas di lokasi tersebut sebelum sampah diproses lebih lanjut.

“Selama ini sampah dari masyarakat masih bercampur. Nanti di TPA petugas yang melakukan pemilahan karena mobil sampah langsung membawa dan membuangnya di sana,” ujarnya.

Meike mengatakan, pemilahan sampah sebaiknya dimulai dari rumah dengan menyediakan tiga jenis tempat sampah sesuai kategori. Tempat sampah berwarna hijau digunakan untuk sampah organik seperti sisa makanan dan daun yang mudah terurai serta dapat diolah menjadi kompos.

Sementara itu, tempat sampah berwarna kuning diperuntukkan bagi sampah anorganik seperti kaca, logam, kain, dan plastik yang masih dapat didaur ulang atau dimanfaatkan menjadi berbagai produk kerajinan. Adapun tempat sampah berwarna merah digunakan untuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), seperti jarum suntik, botol infus, limbah oli bengkel, maupun limbah dari pembangkit listrik.

Selain kepada masyarakat, edukasi pemilahan sampah juga diberikan melalui Program Adiwiyata yang diterapkan di sekolah-sekolah berbasis lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajarkan mengenali jenis sampah dan membuangnya sesuai kategori melalui simulasi sederhana.

“Anak-anak diberikan contoh berbagai jenis sampah seperti kaca, kertas, dan daun. Mereka kemudian diminta membuang sampah tersebut ke tempat sampah yang sesuai,” katanya.

Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, DLH Kabupaten Maluku Tenggara berharap kesadaran masyarakat untuk memilah sampah semakin meningkat sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih efektif dan lingkungan tetap bersih serta lestari.

Meike juga mengajak seluruh masyarakat untuk memulai kebiasaan menjaga lingkungan dari hal-hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sejak dari rumah.

“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Dimulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan tetap bersih dan hijau, bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk generasi mendatang,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....