Sekjen IMEV Jakarta-Jabar Desak Pemda Malra dan Kota Tual Kawal AMDAL Blok Masela

  • 26 Sep 2026 18:14 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Langgur - Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa Evav (IMEV) Jakarta - Jawa Barat, Zulfikri Rahayaan, mendesak Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual segera melakukan analisis dampak lingkungan mega proyek PSN Blok Migas Abadi Masela.

Desakan itu terkait wilayah konservasi laut dan daratan yang terdampak proyek di Laut Arafura.

Menurut Zulfikri, ada dua aspek krusial yang wajib dikawal.

*Pertama, konservasi laut dan pesisir.* Laut Arafura merupakan jalur migrasi paus, lumba-lumba dan penyu. Pengeboran dan pemasangan pipa bawah laut ratusan kilometer berpotensi menimbulkan polusi suara yang mengganggu biota laut. Pembangunan pelabuhan logistik juga berpotensi merusak mangrove dan padang lamun di pesisir Tanimbar serta memicu sedimentasi yang merusak terumbu karang. Dampaknya bahkan berpotensi meluas hingga Maluku Barat Daya.

*Kedua, konservasi daratan.* Pembangunan kilang LNG di Pulau Yamdena dengan pembukaan lahan masif mengancam habitat dan spesies endemik seperti Kakatua Tanimbar. Kehadiran 12.000 pekerja di puncak konstruksi berisiko memicu krisis air bersih dan intrusi air laut karena keterbatasan air tanah di pulau kecil. Erosi akibat land clearing juga mengancam perairan pantai dan wilayah tangkap nelayan.

Zulfikri menegaskan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) yang digunakan untuk menekan emisi harus diawasi ketat untuk mencegah kebocoran yang merusak biota laut dalam.

Ia meminta Pemda Maluku Tenggara dan Kota Tual melakukan kajian AMDAL yang komprehensif, transparan dan melibatkan masyarakat adat serta akademisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....