SD Negeri 11 Dobo Harapkan Segera Memiliki Gedung Sekolah Sendiri
- 16 Jul 2026 20:15 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Dobo : Kepala SD Negeri 11 Dobo, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Johosoa Goin, S.Pd., berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru segera membangun gedung sekolah permanen bagi SD Negeri 11 Dobo agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.
Saat ditemui RRI di ruang kerjanya, Rabu (15/7/2026), Johosoa mengatakan sejak sekolah tersebut berdiri pada tahun 2024 hingga kini, seluruh kegiatan belajar mengajar masih menumpang di SD Negeri 6 Dobo.
Menurutnya, keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat para guru dalam menjalankan tugas mendidik siswa. Meski harus berbagi ruang kelas dan menyesuaikan jadwal pembelajaran, seluruh tenaga pendidik tetap berupaya memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik.
"Harapan pertama kami adalah agar SD Negeri 11 Dobo segera memiliki gedung sendiri. Sejak berdiri pada tahun 2024 sampai sekarang kami masih menumpang di SD Negeri 6 Dobo. Dengan berbagai keterbatasan, kami tetap melaksanakan tugas dan proses belajar mengajar sampai hari ini," ujarnya.

Johosoa menjelaskan, saat sekolah pertama kali berdiri hanya terdapat dua rombongan belajar. Kini jumlahnya telah bertambah menjadi tiga kelas sehingga pengaturan jadwal belajar menjadi semakin sulit karena hanya tersedia satu ruang belajar.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihak sekolah berencana menerapkan sistem belajar bergantian. Kelas I akan belajar pada pagi hari hingga pukul 10.00 WIT, dilanjutkan Kelas II hingga pukul 12.00 WIT, sedangkan Kelas III belajar mulai pukul 12.00 hingga 15.00 WIT.
"Proses belajar mengajar belum maksimal karena hanya menggunakan satu ruang kelas. Mau tidak mau kegiatan belajar harus berlangsung sampai sore," katanya.
Di sisi lain, Johosoa juga menyoroti keterbatasan tenaga pendidik. Pada awal pendirian sekolah hanya terdapat dirinya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah bersama seorang guru PNS, Sainab. Seiring bertambahnya jumlah siswa, pihak sekolah kemudian merekrut empat guru honorer.
Menurutnya, para guru honorer tersebut bersedia mengajar tanpa menerima honor tetap karena ingin mengabdi sekaligus memperoleh kesempatan masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai syarat pengembangan karier, termasuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Sebagai bentuk kepedulian, Johosoa bersama guru PNS di sekolah tersebut menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk membantu biaya transportasi para guru honorer.

"Kami memberikan bantuan transportasi atau yang kami sebut uang harga mobil. Dana itu berasal dari iuran kami dan sebagian dari dana komite sekolah untuk membantu mereka datang mengajar setiap hari," jelasnya.
Terkait rencana penyediaan gedung sekolah, Johosoa mengaku telah menerima informasi dari Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan bahwa SD Negeri 11 Dobo direncanakan akan menempati gedung yang saat ini digunakan SD Gwaram setelah sekolah tersebut pindah ke lokasi baru.
Ia berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif dan nyaman bagi siswa maupun guru.
Sementara itu, untuk pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), rapat kerja sekolah, serta Program Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah, SD Negeri 11 Dobo masih bergabung dengan SD Negeri 6 Dobo.
"Kami melaksanakan seluruh kegiatan bersama SD Negeri 6 selama lima hari. Pembukaan dan penutupan dilakukan oleh pengawas sekolah, dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar," pungkas Johosoa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....