Kapolres Maluku Tenggara: Kedamaian di Bumi Larvul Ngabal Lahir dari Kebersamaan

  • 01 Jul 2026 15:28 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Di tengah peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Maluku Tenggara memilih menempatkan rasa syukur dan penghargaan kepada masyarakat sebagai pesan utama. Bagi jajaran kepolisian, keamanan yang dinikmati masyarakat saat ini bukan semata hasil kerja aparat, melainkan buah kebersamaan seluruh elemen masyarakat di Bumi Larvul Ngabal.

Hal itu disampaikan Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi dalam acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Rabu (1/7/2026). Di hadapan pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, Kapolres menyampaikan terima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan kepada institusi Polri.

“Perjalanan panjang dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah ini tidak akan pernah berjalan lancar tanpa peran serta, dukungan, dan doa dari seluruh hadirin sekalian,” ujar Suhendi.

Menurut Suhendi, masyarakat Maluku Tenggara memiliki modal sosial yang kuat berupa budaya persaudaraan, penghormatan terhadap adat, dan semangat hidup berdampingan yang terus terjaga. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam menciptakan suasana aman dan damai di tengah keberagaman masyarakat.

“Keamanan yang kita rasakan hari ini adalah buah dari sinergi yang kokoh antara pemerintah daerah, jajaran TNI, instansi terkait, serta kokohnya tatanan adat dan budaya masyarakat Kei yang menjunjung kedamaian,” katanya.

Keberhasilan menjaga keamanan daerah merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, momentum Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi perayaan bagi Polri, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap masyarakat yang selama ini ikut menjaga kerukunan dan ketertiban.

“Keberhasilan ini adalah keberhasilan kita bersama. Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat yang selalu berjalan beriringan bersama kami,” ujar Suhendi.

Pada usia ke-80 tahun, Polri juga menjadikan peringatan Hari Bhayangkara sebagai momentum untuk berbenah diri dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Suhendi mengakui harapan masyarakat terhadap institusi kepolisian terus meningkat sehingga kritik dan masukan menjadi bagian penting dalam upaya perbaikan.

“Kami berkomitmen untuk terus membuka diri, menerima kritik serta saran yang membangun demi mewujudkan pelayanan hukum yang adil, humanis, dan responsif,” ucapnya.

Menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang, Kapolres meyakini Maluku Tenggara akan tetap menjadi daerah yang aman dan damai selama semangat persaudaraan serta kebersamaan masyarakat tetap dipelihara. Komunikasi dan kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat akan menjadi kekuatan utama menjaga kedamaian daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....