UGM Siapkan Regulasi Ohoi dan Buku Maluku Tenggara lewat Program KKN-PPM

  • 30 Jun 2026 18:46 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kabupaten Maluku Tenggara tidak hanya berfokus pada pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menargetkan lahirnya produk akademik dan kelembagaan yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat ohoi. Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, mahasiswa akan membantu penyusunan regulasi kampung hingga mendokumentasikan kehidupan masyarakat dalam sebuah buku tentang Maluku Tenggara, Selasa (30/6/2026).

Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Prof. Ir. Leni Sophia Helian, mengatakan tim mahasiswa dari Program Studi Hukum akan memprioritaskan penguatan aspek kelembagaan melalui penyusunan berbagai aturan di tingkat ohoi. Langkah tersebut untuk memastikan berbagai program pembangunan dan hasil kegiatan KKN dapat terus berjalan setelah masa pengabdian berakhir.

“Pelembagaan dari semua kegiatan ini merupakan salah satu kunci untuk memastikan keberlanjutan kegiatan pembangunan maupun kegiatan-kegiatan KKN kami,” ujarnya.

Menurut Leni, mahasiswa hukum akan mendampingi masyarakat dalam mengembangkan peraturan kampung yang disusun secara partisipatif bersama pemerintah dan warga setempat. Regulasi tersebut nantinya diharapkan menjadi pedoman dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, mahasiswa dari bidang komunikasi dan disiplin ilmu lainnya ditargetkan menghasilkan sebuah buku yang merekam berbagai aspek kehidupan masyarakat Maluku Tenggara selama pelaksanaan KKN. Buku tersebut akan disusun berdasarkan pengalaman mahasiswa yang tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat selama 50 hari di sejumlah ohoi lokasi pengabdian.

“Kami juga menargetkan ada buku terkait dengan Maluku Tenggara karena anak-anak tinggal selama 50 hari di ohoi dan hidup bersama masyarakat di sana,” ucap Leni.

Ia menjelaskan, buku tersebut akan memuat beragam perspektif akademik mengenai budaya, kehidupan sosial, hingga dinamika masyarakat di wilayah kepulauan Maluku Tenggara. Melalui pengamatan langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan dokumentasi yang lebih rinci dan berbeda dibandingkan referensi yang telah tersedia sebelumnya.

“Mereka memiliki penglihatan yang detail tentang aspek budaya, kehidupan sehari-hari, maupun kondisi masyarakat berdasarkan bidang keilmuan masing-masing,” ujar Leni.

Leni menambahkan, pelaksanaan KKN-PPM UGM tahun ini mengusung tema besar pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan dan pengembangan usaha masyarakat berbasis ketangguhan pulau kecil terhadap perubahan iklim. Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, UGM menggandeng sejumlah mitra strategis, di antaranya PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT Pupuk Indonesia, guna memperkuat kontribusi bersama bagi pembangunan masyarakat Maluku Tenggara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....