KKN UGM–Unpatti di Maluku Tenggara Fokus Ketahanan Iklim dan Pemberdayaan Warga

  • 24 Jun 2026 10:50 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Universitas Pattimura (Unpatti) menempatkan mahasiswa KKN-PPM Tahun 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara dengan pendekatan lintas disiplin yang menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan, ketahanan iklim, dan pemberdayaan masyarakat kepulauan. Program ini juga diperkuat dengan kolaborasi bersama sejumlah mitra strategis untuk memastikan dampak kegiatan lebih luas dan berkelanjutan, Selasa (23/6/2026).

Dosen Pembimbing Lapangan UGM, Prof. Ir. Leni Sophia Heliani menjelaskan, mahasiswa UGM ditempatkan dalam dua unit, yakni di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan (KKTS) sebanyak 29 mahasiswa dan Kei Kecil Barat (KKB) sebanyak 23 mahasiswa. Sementara itu, Unpatti turut mengirimkan 10 mahasiswa yang ditempatkan di wilayah KKTS untuk memperkuat sinergi pengabdian.

“Kami dari UGM ada dua unit, di KKTS dan KKB, serta berkolaborasi dengan Universitas Pattimura yang menempatkan 10 mahasiswa di KKTS,” ujar Leni.

Ia memaparkan program KKN dibagi dalam empat kluster utama, yaitu sainstek, agro, kesehatan, dan humaniora yang masing-masing memiliki fokus kerja berbeda sesuai bidang keilmuan mahasiswa. Kluster sainstek berfokus pada infrastruktur, perencanaan wilayah, pariwisata, serta mitigasi risiko perubahan iklim di wilayah kepulauan.

Pada kluster agro, mahasiswa Fakultas Pertanian dan Perikanan diarahkan untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan atau green agriculture serta konservasi pesisir melalui penanaman mangrove di wilayah Danar. Selain itu, mereka juga mengembangkan diversifikasi pangan berbasis potensi lokal seperti singkong, cabai rawit, dan hasil perikanan.

“Kami juga concern pada perubahan iklim yang memiliki risiko tinggi di Maluku Tenggara, sehingga edukasi perubahan iklim akan dilembagakan di ohoi dalam kehidupan sehari-hari,” kata Leni.

Lebih lanjut, kluster kesehatan difokuskan pada edukasi pola hidup bersih dan sehat serta penggunaan obat secara bijak, mengingat tingginya risiko penyakit berbasis perubahan cuaca di wilayah kepulauan. Sementara itu, kluster humaniora melibatkan bidang pariwisata, hukum, manajemen, bisnis, dan komunikasi untuk mengembangkan potensi wisata serta penguatan regulasi di tingkat desa atau ohoi.

Di sektor pariwisata, mahasiswa akan mengidentifikasi dan mengembangkan potensi lokal yang dinilai masih sangat alami, khususnya di KKTS dan KKB yang memiliki daya tarik wisata berbasis alam dan budaya. Salah satu program yang disiapkan adalah pelatihan homestay untuk masyarakat agar wisatawan dapat tinggal lebih lama dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kluster hukum dan komunikasi juga diarahkan untuk memperkuat kelembagaan program melalui penyusunan aturan kampung serta dokumentasi pengalaman KKN dalam bentuk buku tentang Maluku Tenggara. Kegiatan ini diharapkan menjadi catatan akademik sekaligus referensi pembangunan berbasis pengalaman lapangan.

“Kami ingin menghasilkan buku tentang Maluku Tenggara dari pengalaman 50 hari mahasiswa yang tinggal dan hidup bersama masyarakat di ohoi,” ujarnya.

UGM juga mengusung tema besar KKN tahun ini, yakni pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan dan pengembangan usaha berbasis ketangguhan masyarakat pulau kecil terhadap perubahan iklim. Sejumlah mitra seperti Pelindo dan Pupuk Indonesia turut dilibatkan untuk mendukung implementasi program di lapangan.

Program KKN UGM–Unpatti di Maluku Tenggara diharapkan tidak hanya memberikan dampak akademik, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal, memperluas literasi lingkungan, serta meningkatkan ketahanan masyarakat di wilayah kepulauan terhadap perubahan iklim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....