Bupati Malra: Pemuda Harus Bertanya Apa yang Bisa Diberikan untuk Daerah

  • 16 Jun 2026 08:22 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun mengajak generasi muda untuk lebih fokus pada kontribusi nyata bagi daerah dibanding sekadar menuntut perhatian dari pemerintah. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) IX Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maluku Tenggara di Aula Kantor Bupati, Senin (15/6/2026).

Hanubun menilai pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah di masa depan. Karena itu, generasi muda didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri serta memanfaatkan potensi yang dimiliki demi kemajuan Maluku Tenggara.

“Pemuda Maluku Tenggara harus mulai bertanya kepada dirinya sendiri, apa kontribusi saya bagi daerah ini, bukan hanya apa yang daerah berikan kepada saya,” ujarnya.

Menurut Bupati, Maluku Tenggara memiliki banyak generasi muda yang cerdas, berpendidikan, kreatif, dan mampu bersaing. Namun potensi tersebut tidak akan menghasilkan perubahan apabila tidak disertai disiplin, kerja keras, integritas, dan kemauan untuk terus belajar.

Ia menegaskan pembangunan daerah membutuhkan pemuda yang tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga karakter yang kuat. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Selain itu, Hanubun mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki Maluku Tenggara. Pemuda diminta tidak terjebak dalam politik identitas, kepentingan kelompok, maupun perbedaan pilihan yang berpotensi memecah persaudaraan.

“Pemuda harus menjadi perekat masyarakat, bukan sumber perpecahan. KNPI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh pemuda tanpa membedakan latar belakang organisasi, agama, suku, maupun pilihan politik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Hanubun juga berharap Musda IX DPD KNPI Kabupaten Maluku Tenggara menjadi forum yang mengedepankan gagasan dan kualitas kepemimpinan. Menurutnya, proses pemilihan yang sehat akan melahirkan pemimpin yang memiliki legitimasi kuat dan mampu merangkul seluruh elemen pemuda.

“Musyawarah Daerah ini harus menjadi ruang adu gagasan, bukan adu kekuatan. Ruang mencari pemimpin terbaik, bukan sekadar memenangkan kelompok tertentu,” ucap Hanubun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....