Efisiensi Anggaran Batasi Pokir, Rosmitha Salurkan Bantuan saat Reses di Sejumlah

  • 18 Mei 2026 14:13 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat berdampak pada terbatasnya realisasi bantuan dan program aspirasi masyarakat di daerah, termasuk di Kabupaten Maluku Tenggara. Situasi itu mendorong Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Tenggara, Rosmitha Indah Lestari, memanfaatkan Masa Reses II Tahun 2026 untuk tetap menyalurkan bantuan langsung kepada warga di sejumlah ohoi.

Masa reses menjadi agenda bagi anggota DPRD untuk kembali ke daerah pemilihan guna menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dalam kegiatan tersebut, Rosmitha mengunjungi beberapa ohoi di Dapil I, termasuk Ohoi Ngayub dan Ohoi Ohoililir, untuk mendengar kebutuhan warga sekaligus melihat kondisi pembangunan di lapangan.

Pada kunjungan itu, masyarakat Ohoi Ngayub menerima bantuan cincin sumur, sedangkan warga Ohoi Ohoililir mendapatkan bantuan semen untuk mendukung pembangunan gereja. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat dan kegiatan sosial keagamaan di ohoi.

“Dengan kondisi kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat tentu memberikan dampak yang sangat besar untuk bantuan yang bisa kami berikan melalui Pokir,” ujar Rosmitha, Jumat (15/5/2026).

Rosmitha menjelaskan sejak 2024 sejumlah usulan program dan bantuan yang diperjuangkan anggota DPRD belum dapat direalisasikan akibat keterbatasan anggaran daerah. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah dan DPRD harus menyesuaikan prioritas program dengan kebijakan nasional yang berlaku saat ini.

Ia juga mendorong masyarakat agar menyesuaikan kelompok usaha di ohoi dengan program prioritas pemerintah pusat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, pembentukan kelompok pertanian dan peternakan dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperoleh dukungan bantuan dan pemberdayaan ekonomi.

“Kita sesuaikan dengan program pemerintah yang ada saat ini seperti program MBG, maka tentu dalam rangka mendukung program tersebut perlu dibentuk kelompok pertanian, peternakan, yang kemudian bisa kita dorong agar bantuan bisa diberikan kepada masyarakat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....